Notification

×

Iklan

Iklan

BIP Sambut Ramadan 2026: Seindah Melodi Pelangi dan Matahari

Jumat, 20 Februari 2026 | 07.33 WIB Last Updated 2026-02-20T00:34:03Z
Foto, tangkap layar dari unggahan akun Facebook BIP



Queensha.id - Jakarta,


Grup band rock supergrup, BIP, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada para penggemarnya. Lewat unggahan akun Facebook resminya, para personel yang digawangi Bongky, Indra Q, Pay Burman, dan vokalis Ipang menuliskan pesan hangat bernuansa musikal.


“Selamat puasa. Semoga Ramadhan tahun ini seindah melodi lagu Pelangi dan Matahari. Enjoy the vibes!” tulis mereka, disertai tagar #BIP #BongkyMarcel #IndraQadarsih #IpangLazuardi #PayBurman, Kamis (19/2/2026).


Ucapan tersebut langsung disambut antusias warganet. Banyak penggemar yang merasa nostalgia dengan karya-karya BIP yang dikenal kental dengan warna rock alternatif namun tetap puitis dalam lirik.


Jejak dari Potlot ke Panggung Supergrup

BIP bukan nama baru di blantika musik Tanah Air. Band ini didirikan oleh tiga eks personel Slank yaitu Pay (gitar), Bongky (bass), dan Indra Qadarsih (keyboard) yang hengkang pada 1996. Empat tahun berselang, tepatnya 20 April 2000 di acara reuni Potlot di GOR Saparua, Bandung, mereka resmi membentuk BIP.


Sebelum memakai nama BIP, ketiganya sempat membentuk Sablenk (Saya Bekas Anak Slank). Formasi awal BIP menggandeng Irang Perdana Arkad sebagai vokalis. Bersama Irang, mereka merilis album Turun dari Langit (2001) dengan lagu hits “Skak Mat”, “Aku Gemuk Lagi”, dan “1000 Puisi”, disusul Min Plus (2002) yang memuat “Cinta Pertama” dan “Sampai Nanti”.


Namun pada Maret 2003, Irang memutuskan mundur. BIP kemudian menggandeng Ipang (mantan vokalis Plastik) yang hingga kini menjadi suara khas BIP. Bersama Ipang, mereka merilis Udara Segar (2004) dan setelah sempat vakum, kembali hadir lewat album Berangkat pada 2010.


Kini formasi BIP terdiri dari Bongky (bass), Indra (keyboard), Pay (gitar), Ipang (vokal), serta Dede (drum).


Ramadan dan Nada Kehangatan

Ucapan Ramadan dari BIP menunjukkan bahwa para musisi yang dikenal dengan distorsi gitar dan lirik lugas itu tetap menyelipkan pesan spiritual dalam momen sakral. Pilihan diksi “Pelangi dan Matahari” seolah menjadi metafora harapan bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang cahaya, warna, dan harmoni kehidupan.


Di tengah riuhnya industri musik digital, sapaan sederhana dari BIP mengingatkan bahwa hubungan band dan penggemar tak hanya dibangun lewat rilisan lagu, tetapi juga lewat empati dan kedekatan emosional.


Ramadan kali ini, BIP tak sekadar memainkan nada tapi mereka membagikan suasana.


***
Tim Redaksi.