| Foto, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (KDM channel) |
Queensha.id - Jawa Barat,
Langkah tak biasa ditunjukkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. Ia memilih blusukan ke pelosok daerah dengan menunggang motor gede (moge) Triumph Scrambler 1200 XE.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Sabtu (14/2/2026), KDM menyebut ini sebagai momen pertamanya kembali menggunakan kendaraan roda dua untuk berkeliling Jawa Barat.
“Hari ini, ini pertama saya menggunakan kendaraan bermotor kembali untuk ngelilingi Jawa Barat. Kita akan berputar di seluruh pelosok wilayah Jawa Barat dengan bermotor. Mudah-mudahan bisa menemukan berbagai hal, menganalisis berbagai kekurangan pembangunan,” ujarnya, Kamis (19/2) dikutip dari Detikoto.
Start dari Lembur Pakuan
Rombongan bikers terlihat konvoi memulai perjalanan dari kediaman KDM di Lembur Pakuan, Sukadaya, Sukasari, Subang. Di beberapa titik, KDM tampak berhenti, menyapa warga, sekaligus mengecek kondisi jalan yang dilintasi.
Gaya blusukan ini mengundang perhatian. Di satu sisi, pendekatan langsung ke lapangan dinilai efektif membaca persoalan riil masyarakat. Namun di sisi lain, penggunaan moge berkapasitas besar juga memantik perbincangan publik: apakah ini sekadar simbolik atau memang strategi mobilitas yang efisien?
Motor dengan pelat nomor T 4999 DM tersebut diketahui berwarna putih-hijau. Berdasarkan penelusuran data Bapenda Jawa Barat, pajaknya masih aktif hingga 15 Juni 2027, sedangkan STNK berlaku sampai 15 Juni 2030.
Nilai pajak tahunannya mencapai Rp 7.799.100, terdiri dari:
1. PKB Pokok: Rp 4.648.200.
2. Opsen PKB Pokok: Rp 3.067.900.
Secara administratif, kendaraan tersebut tercatat legal dan taat pajak.
Spesifikasi: Mesin 1.200 cc, Torsi Gahar
Sebagai moge buatan Inggris, Triumph Scrambler 1200 XE mengusung desain retro-adventure. Meski berbobot besar, motor ini dirancang nyaman untuk touring jarak jauh dengan posisi duduk ergonomis dan setang lebar.
Dari sisi performa, motor ini dibekali mesin:
1. Liquid-cooled, 8 valve, SOHC
270° crank angle parallel-twin.
2. Kapasitas 1.200 cc.
3. Bore x stroke: 97,6 mm x 80 mm.
4. Rasio kompresi: 11:1.
5. Tenaganya mencapai 89 dk pada 7.000 rpm, dengan torsi maksimum 110 Nm pada 4.250 rpm.
6. Sistemnya sudah menggunakan ride-by-wire dan multipoint sequential electronic fuel injection.
Antara Simbol dan Substansi
Blusukan dengan moge tentu bukan hal lazim bagi kepala daerah. Biasanya, pejabat publik lebih identik dengan mobil dinas atau kendaraan pengawalan resmi. KDM justru tampil berbeda—mengendarai motor besar, berkonvoi dengan komunitas, dan menyusuri jalan-jalan hingga pelosok.
Pertanyaannya, apakah pendekatan ini efektif mendorong percepatan pembangunan dan pengawasan infrastruktur? Atau sekadar memperkuat citra kedekatan dengan rakyat?
Yang jelas, langkah ini sukses menarik perhatian publik. Kini masyarakat menunggu hasil konkret dari perjalanan panjang sang gubernur: apakah benar dari atas sadel moge 1.200 cc itu akan lahir kebijakan yang lebih tajam dan tepat sasaran bagi Jawa Barat.
***
Tim Redaksi.