Notification

×

Iklan

Iklan

Gempa M 6,4 Guncang Selatan Jawa Saat Dini Hari, Getaran Terasa hingga Jepara

Jumat, 06 Februari 2026 | 07.32 WIB Last Updated 2026-02-06T00:34:01Z
Foto, tangkap layar peta yang menunjukkan letak geografis titik gempa.


Queensha.id — Pacitan,


Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, pukul 01.06 WIB. Guncangan yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap ini memicu kepanikan di sejumlah daerah, meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur. Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer, sehingga energi getarannya terasa luas hingga lintas provinsi.


Getaran dirasakan di berbagai wilayah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga sebagian Jawa Barat. Warga di beberapa daerah melaporkan terbangun akibat getaran yang membuat pintu dan jendela berderit.
Sebaran Getaran di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), dampak getaran bervariasi di tiap daerah.


Di wilayah Pacitan, Bantul, dan Sleman, gempa dirasakan pada intensitas IV MMI. Getaran terasa cukup kuat oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan membuat benda ringan bergetar dan pintu berderit.
Sementara di Kulon Progo, Trenggalek, Malang, dan Cirebon, getaran berada pada intensitas III MMI. Warga merasakan guncangan nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat melintas.


Adapun wilayah Surakarta, Tuban, hingga Jepara merasakan intensitas II MMI. Getaran tergolong ringan, namun cukup membuat benda gantung bergoyang pelan. Sejumlah warga Jepara mengaku sempat terbangun dan keluar rumah untuk memastikan kondisi aman.


Diduga Dipicu Aktivitas Zona Subduksi

BMKG menyebut gempa ini diduga dipicu aktivitas di zona subduksi, yakni pertemuan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa. Karakter gempa dangkal membuat gelombang seismik mudah merambat ke berbagai wilayah, termasuk pesisir utara Jawa.


Fenomena ini juga menunjukkan bahwa wilayah selatan Jawa masih menjadi salah satu zona aktif kegempaan di Indonesia. Aktivitas tektonik di kawasan tersebut memang kerap memicu gempa dengan jangkauan getaran luas.


Warga Diminta Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan hingga dipastikan aman.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan infrastruktur besar maupun korban jiwa. BMKG juga memastikan belum ada indikasi potensi tsunami, namun pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang rawan gempa. Kesiapsiagaan, edukasi kebencanaan, dan ketenangan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko saat bencana terjadi.


Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, serta tidak mudah terpancing kabar yang belum terverifikasi di media sosial.


***
Tim Redaksi.