Notification

×

Iklan

Iklan

Warung-Warung Dibobol Maling di Pantai Semat Jepara, Pedagang Menjerit Desa Masih Bungkam

Rabu, 04 Februari 2026 | 16.16 WIB Last Updated 2026-02-04T09:18:15Z
Foto, dinding warung yang dibobol maling.


Queensha.id – Jepara,


Kawasan destinasi wisata Pantai Desa Semat, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, tengah diliputi keresahan. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi pencurian beruntun menyatroni warung-warung kecil milik warga yang berada di area wisata tersebut. Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah nyata dari pihak pemerintah desa.


Sedikitnya 10 hingga 12 warung dilaporkan telah dibobol pencuri. Aksi tersebut mayoritas terjadi pada malam hari, saat kawasan wisata sepi aktivitas. Total kerugian yang ditanggung para pedagang kecil ditaksir mencapai jutaan rupiah.


Bagi para pemilik warung, kejadian ini bukan sekadar kehilangan barang dagangan. Sebagian besar dari mereka menjalankan usaha dengan modal pinjaman, sehingga pencurian tersebut menjadi pukulan berat yang mengancam keberlangsungan usaha.


Salah satu korban, Purwanto, pemilik warung di kawasan Pantai Semat, menuturkan bahwa warung miliknya dibobol pada Senin (2/2/2026). Ia mengaku mengalami kerugian hingga ratusan ribu rupiah.


“Bukan hanya saya. Ada puluhan warung lain yang bernasib sama. Bahkan pada Sabtu (31/12) lalu, sudah ada sekitar tujuh warung yang dibobol sekaligus,” ujar Purwanto saat ditemui, Rabu (4/2/2026) siang.


Ia menambahkan, aksi pencurian kembali terjadi pada malam berikutnya. Kali ini, warung milik anak Pak Toyik menjadi sasaran. Tak hanya isi warung yang dikuras, uang kotak amal pun ikut digondol pelaku.


Deretan korban pencurian tersebut antara lain Ibu Mundrik, Ibu Noryaton, Ibu Ida, Ibu Parti, Pak Rohmat, Pak Mustakim, Pak Agus (Sarekat Desa), Pak Toyik, Ibu Norseh, dan Pak Purwanto.


Purwanto mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah desa yang dinilai belum menunjukkan kepedulian. Padahal, para pedagang secara rutin dipungut iuran keamanan dan kebersihan setiap minggu.


“Kami berharap ada solusi agar kejadian ini tidak terulang. Tapi dari hasil koordinasi, pihak desa terkesan acuh dan hanya diam. Sampai sekarang belum ada tindakan apa pun,” keluhnya.


Hingga berita ini dipublikasikan, pemerintah Desa Semat belum memberikan tanggapan resmi terkait maraknya aksi pencurian di kawasan wisata tersebut.


***
Wartawan: Yusron.
Tim Redaksi.