Queensha.id - Edukasi Kesehatan,
Di tengah masyarakat, masih beredar anggapan bahwa minum air dingin bisa membuat tubuh cepat gemuk. Mitos ini kerap dipercaya begitu saja, bahkan membuat sebagian orang menghindari air dingin meski cuaca panas atau setelah beraktivitas berat. Namun, benarkah anggapan tersebut jika ditinjau dari sisi kesehatan?
Para ahli gizi dan praktisi kesehatan menegaskan bahwa air putih—baik dingin maupun suhu ruang yang tidak mengandung kalori, sehingga tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan.
Asal-usul Mitos Air Dingin
Mitos ini umumnya muncul dari anggapan bahwa air dingin akan “membekukan lemak” atau memperlambat metabolisme. Ada pula kepercayaan bahwa tubuh akan menyimpan lebih banyak lemak untuk menghangatkan diri setelah minum air dingin.
Secara medis, anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Penjelasan Ilmiah: Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?
Saat seseorang minum air dingin, tubuh justru mengeluarkan energi tambahan untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh. Proses ini dikenal sebagai thermogenesis, meskipun jumlah energi yang terbakar relatif kecil.
Artinya:
1. Air dingin tidak menambah lemak.
2. Tidak mengandung gula.
3. Tidak mengandung kalori.
4. Tidak memicu penumpukan berat badan.
Bahkan dalam beberapa studi kesehatan, konsumsi air dingin dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan rasa segar dan hidrasi, terutama setelah olahraga.
Lalu, Kenapa Banyak yang Merasa “Gemuk”?
Kesalahpahaman sering terjadi karena air dingin dikaitkan dengan minuman manis dingin, seperti:
1. Es teh manis.
2. Minuman bersoda.
3. Kopi susu dingin.
4. Minuman kemasan tinggi gula.
Yang membuat berat badan naik bukan air dinginnya, melainkan gula dan kalori tambahan di dalam minuman tersebut.
Jika seseorang rutin mengonsumsi minuman dingin berpemanis, maka risiko kenaikan berat badan memang nyata.
Air Dingin vs Air Hangat: Mana Lebih Sehat?
Keduanya memiliki manfaat masing-masing:
1. Air dingin: menyegarkan, membantu hidrasi cepat, cocok setelah aktivitas fisik.
2. Air hangat: membantu relaksasi, melancarkan pencernaan pada sebagian orang.
Yang terpenting bukan suhunya, melainkan cukupnya asupan air putih setiap hari.
Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat
Ahli kesehatan menekankan bahwa:
1. Kegemukan dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan stres.
2. Bukan oleh air putih.
3. Membatasi air dingin tanpa alasan medis justru bisa menyebabkan dehidrasi.
4. Masyarakat diimbau lebih kritis terhadap mitos kesehatan yang beredar luas, terutama yang tidak didukung penjelasan ilmiah.
Jadi, minum air dingin bukan penyebab kegemukan. Yang perlu diwaspadai adalah kandungan gula dan kalori dalam minuman dingin yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Air putih, dalam suhu apa pun, tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh.
***
Tim Redaksi.