Notification

×

Iklan

Iklan

Waspada Travel Umrah Nakal, Kemenhaj Ingatkan Jemaah: Jangan Tergiur Harga Murah yang Tak Masuk Akal

Jumat, 06 Februari 2026 | 10.09 WIB Last Updated 2026-02-06T03:10:15Z
Foto, ibadah umroh.


Queensha.id — Jakarta,


Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dalam memilih travel umrah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya perlindungan jemaah, menyusul masih adanya laporan dugaan penipuan dan pelanggaran dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.


Melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah, Kemenhaj mengingatkan calon jemaah untuk tidak mudah tergoda dengan penawaran harga murah yang tidak rasional. Legalitas dan rekam jejak penyelenggara menjadi faktor utama yang harus dipastikan sebelum mendaftar.


Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah, Andi Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kehati-hatian sejak awal merupakan kunci utama mencegah kerugian.


“Jemaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jemaah,” ujarnya di Kantor Kemenhaj, Rabu (4/2/2026).


Empat Langkah Praktis Hindari Penipuan

Kemenhaj merilis sejumlah panduan praktis agar masyarakat tidak terjebak travel umrah ilegal.


Calon jemaah diminta memastikan travel terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui situs SATU HAJI. Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengecek izin operasional, nomor SK, akreditasi, hingga masa berlaku. Travel yang tidak terdaftar dipastikan ilegal.


Selain itu, jemaah disarankan memastikan travel memiliki kantor fisik yang jelas dan rekam jejak operasional minimal dua tahun. Paket umrah dengan harga terlalu murah perlu diwaspadai karena sering menjadi modus penipuan.


Kedua, periksa reputasi dan testimoni.
Ulasan jemaah sebelumnya dapat ditelusuri melalui Google Reviews, media sosial, maupun rekomendasi kerabat. Travel yang tidak memiliki testimoni kredibel atau rekam jejak jelas sebaiknya dihindari. Masyarakat juga diminta memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis pemerintah.


Ketiga, teliti dokumen dan rincian biaya.
Jemaah diminta meminta rincian biaya secara lengkap, termasuk tiket, visa, hotel, konsumsi, dan transportasi. Pastikan ada bukti reservasi dan jadwal keberangkatan yang jelas sebelum pelunasan. Kontrak perjanjian harus dibaca dengan teliti, terutama terkait pengembalian dana dan asuransi.


Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, bukan rekening pribadi. Seluruh bukti transaksi wajib disimpan sebagai arsip.


Keempat, pastikan layanan sesuai standar.
Travel yang kredibel biasanya menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat, akomodasi layak, dan jadwal keberangkatan pasti. Masyarakat dianjurkan membandingkan beberapa paket dari travel terpercaya sebelum mengambil keputusan.


Peran Aktif Masyarakat

Kemenhaj menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam pengawasan. Laporan dari jemaah dinilai membantu pemerintah menindak travel bermasalah.


“Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui kanal resmi Kemenhaj. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam perlindungan jemaah,” kata Andi.


Pengaduan dapat disampaikan melalui email pengaduan@haji.go.id atau WhatsApp resmi di +62 823 1101 4646.


Ibadah Aman dan Tenang

Edukasi berkelanjutan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat dalam memilih travel umrah. Pemerintah menekankan bahwa ibadah harus dijalankan dengan aman dan nyaman, tanpa risiko penipuan yang merugikan jemaah.


Dengan kewaspadaan sejak awal, calon jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah umrah dengan tenang dan khusyuk. Pemerintah pun terus memperkuat pengawasan agar kasus travel umrah bermasalah tidak lagi terulang.


***
Tim Redaksi.