Notification

×

Iklan

Iklan

Petani Masih di Titik Nol, Buruh Terus Dilanggar: Yuda Desak Pemerintah Jepara Hentikan Slogan Kosong di 2026

Jumat, 02 Januari 2026 | 09.18 WIB Last Updated 2026-01-02T05:17:40Z
Foto, Yuda Agus Ariyanto ketua Koperasi Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Tengah.



Queensha.id – Jepara,


Ketua GEMURUH (Gerakan Masyarakat Buruh) sayap Partai NasDem, Yuda Agus Ariyanto, meminta pemerintah Kabupaten Jepara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk bersikap tegas terhadap perusahaan atau investor pabrik yang masih melanggar aturan ketenagakerjaan.


Menurut Yuda, hingga saat ini masih ditemukan sejumlah perusahaan di wilayah Jepara yang belum mematuhi ketentuan Undang-Undang Dasar dan peraturan ketenagakerjaan. 


Ia mencontohkan adanya perusahaan di Desa Banyuputih, Jepara, yang diduga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak, tidak menjamin kesejahteraan buruh, serta tidak mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.


Yuda menyampaikan bahwa GEMURUH telah menemukan beberapa kasus pelanggaran hak buruh di Jepara. Ia berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti temuan tersebut melalui pengawasan dan penegakan aturan yang berlaku.


“Pemerintah harus hadir untuk melindungi buruh dan memastikan perusahaan menjalankan kewajibannya sesuai aturan,” ujar Yuda, Jum'at (2/1/2026).


Selain menyoroti persoalan buruh, Yuda yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Serikat Petani Indonesia (SPI) Wilayah Jawa Tengah turut menyampaikan harapannya agar pemerintah pada tahun 2026 benar-benar mengutamakan kesejahteraan petani.


Ia menilai, hingga kini masih banyak petani yang belum merasakan dampak kebijakan secara nyata. Bahkan, sebagian petani masih berada pada kondisi ekonomi yang sangat terbatas.


Yuda menyebut koperasi petani dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui koperasi, petani dapat dibantu dalam peningkatan produksi, pemasaran hasil pertanian, serta akses ke pasar. Koperasi juga dinilai mampu membantu petani dalam mengelola keuangan dan meningkatkan kemampuan teknis.


Meski demikian, Yuda menegaskan bahwa peran pemerintah tetap sangat dibutuhkan. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih konkret, seperti subsidi pupuk, perbaikan irigasi, serta kemudahan akses pasar bagi hasil pertanian.


Dengan perhatian dan dukungan yang tepat, Yuda berharap kesejahteraan buruh dan petani di Jepara maupun Jawa Tengah dapat meningkat secara bertahap.


***
Wartawan: Yuda AA.
Tim Redaksi.