Notification

×

Iklan

Iklan

Usai Banjir Sebulan, Jepara Bergerak: Bupati–Wabup Ajak Warga Bersih-bersih Serentak Pulihkan Lingkungan

Kamis, 05 Februari 2026 | 16.27 WIB Last Updated 2026-02-05T09:38:46Z
Foto, fleyer resmi dari Pemkab Jepara, Jawa Tengah.



Setelah hampir sebulan wilayah Kabupaten Jepara dikepung banjir dan genangan di sejumlah titik, pemerintah daerah mengeluarkan seruan tegas yaitu mengajak seluruh warga diminta turun tangan membersihkan lingkungan dan kawasan pantai secara serentak pada Jumat (6/2/2026).


Himbauan ini datang langsung dari Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M. Ibnu Hajar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang terdampak banjir berkepanjangan. Selain memulihkan kebersihan, langkah ini juga menjadi upaya pencegahan penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir, terutama demam berdarah dengue (DBD).


Fokus Bersih Lingkungan dan Pantai

Genangan air, tumpukan sampah, serta saluran air yang tersumbat menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah mengajak masyarakat, perangkat desa, sekolah, hingga komunitas untuk melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing.


Kawasan pesisir juga menjadi prioritas. Sampah kiriman akibat banjir dan arus laut dinilai berpotensi mencemari pantai sekaligus memicu penyakit jika tidak segera ditangani.


“Gerakan bersih-bersih ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi langkah nyata untuk memulihkan Jepara setelah banjir panjang,” demikian pesan yang disampaikan dalam himbauan resmi pemerintah daerah.


Cegah DBD, Warga Diminta Waspada

Salah satu alasan utama digelarnya aksi serentak ini adalah pencegahan berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD. Kondisi pascabanjir sering meninggalkan banyak genangan air di wadah terbuka, selokan, dan lingkungan permukiman yang menjadi tempat ideal perkembangbiakan nyamuk.


Dinas kesehatan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan langkah 3M:

1. Menguras tempat penampungan air.

2. Menutup rapat wadah air.

3. Mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang bisa menampung air.


Selain itu, warga juga diminta menjaga kebersihan halaman, selokan, dan lingkungan sekitar rumah.


Ajakan Kolaborasi Warga

Bupati dan Wakil Bupati menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini bergantung pada partisipasi masyarakat. Pemerintah daerah berharap kerja bakti serentak dapat membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Pasca banjir panjang, pemulihan Jepara tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesehatan lingkungan. 


Gerakan bersih-bersih ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan, agar Jepara kembali bersih, sehat, dan bebas dari ancaman penyakit.


Dengan semangat gotong royong, warga diajak menjadikan Jumat (6/2/2026) sebagai langkah awal membersihkan Jepara dari sisa banjir sekaligus melindungi masyarakat dari potensi wabah DBD.


***
Tim Redaksi.