Notification

×

Iklan

Iklan

Efel Aprilia Maharani, Pelajar Desa Tempur Jepara yang Menepis Mitos dan Mengangkat Marwah Ratu Kalinyamat

Kamis, 05 Februari 2026 | 12.19 WIB Last Updated 2026-02-05T05:20:22Z
Foto, Efel Aprilia Maharani (Instagram)




Pesta Baratan 2026 memang telah berakhir, namun satu sosok masih ramai diperbincangkan warga: Efel Aprilia Maharani. Siswi kelas XII SMKN 1 Kalinyamatan itu sukses memikat perhatian ribuan pasang mata saat memerankan tokoh pahlawan nasional Ratu Kalinyamat dalam perhelatan budaya tahunan di Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.


Di balik balutan busana kebesaran dan wibawa di atas kereta kencana, Efel membawa misi yang lebih besar dari sekadar peran seremonial. Gadis kelahiran Desa Tempur, 28 April 2007, ini ingin menjaga marwah budaya sekaligus membuktikan bahwa generasi muda desa mampu tampil di panggung besar dengan prestasi dan karakter.


Menepis Mitos, Menjemput Berkah

Di tengah masyarakat, peran Ratu Kalinyamat kerap dikaitkan dengan mitos mistis yang konon membawa dampak tertentu bagi pemerannya. Namun Efel justru merasakan hal sebaliknya. Ia mengaku pengalaman tersebut membuka peluang baru dalam perjalanan hidupnya.


“Perasaan saya sangat senang. Di atas mitos yang berkembang bahwa memerankan Ratu akan berdampak buruk, justru setelah acara ini rezeki saya mengalir deras. Banyak tawaran endorse, model make-up, hingga kerja sama lainnya,” ujar Efel, Kamis (5/2/2026).


Ia menegaskan, kunci utama dalam memerankan tokoh besar seperti Ratu Kalinyamat bukan sekadar kostum atau gestur, melainkan kesiapan mental.


Menurutnya, membersihkan pikiran dan hati menjadi bekal penting sebelum menyelami karakter pemimpin perempuan yang dikenal tegas dan berani itu.
Dari Sedekah Bumi ke Panggung Baratan
Bakat seni Efel tidak lahir dalam semalam.


Ia telah menapaki panggung sejak usia sekolah dasar. Tahun 2016, ia pertama kali tampil menari dalam acara Sedekah Bumi di desanya. Sejak saat itu, ketertarikannya pada seni tari semakin tumbuh.


Namanya mulai dikenal publik Desa Tempur saat membawakan Tari Gegala dalam penyambutan duta besar negara sahabat pada 2018. Penampilan tersebut menjadi titik awal kepercayaan diri Efel untuk terus mengembangkan kemampuan seni pertunjukan hingga akhirnya dipercaya memerankan Ratu Kalinyamat dalam Pesta Baratan 2026.



Misi Menjaga Marwah Budaya

Bagi Efel, peran Ratu Kalinyamat bukan sekadar kesempatan tampil, tetapi amanah untuk membawa nama baik daerah. Ia berharap kehadirannya sebagai generasi muda dapat memperkuat kebanggaan terhadap tradisi lokal.


“Ini bukan hanya tentang saya. Ini tentang Desa Tempur, tentang Kalinyamatan, dan tentang Jepara. Saya ingin generasi muda berani mencintai budaya sendiri,” ujarnya.


Keberhasilan Efel juga menjadi simbol bahwa panggung budaya dapat menjadi ruang pembentukan karakter dan prestasi bagi pelajar. Sosoknya menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan dari panggung desa hingga sorotan publik yang lebih luas.


Pesta Baratan mungkin telah usai, tetapi gaung sosok “Sang Ratu” dari Desa Tempur ini masih terasa. Di tengah arus zaman yang terus berubah, Efel Aprilia Maharani hadir sebagai representasi generasi muda yang tidak hanya tampil memukau, tetapi juga membawa misi menjaga warisan dan marwah Ratu Kalinyamat di tanah Jepara.


***
Tim Redaksi.