| Foto, banjir di Jepara dan nyamuk Aedes aegypti. |
Queensha.id – Jepara,
Lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) menghantui Kabupaten Jepara di awal 2026. Dalam kurun satu bulan, sebanyak 157 warga dilaporkan terserang penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Dari jumlah tersebut, 33 kasus terkonfirmasi DBD dan satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal diketahui merupakan anak berusia 12 tahun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan. Kasus ini menambah kekhawatiran masyarakat di tengah tingginya curah hujan yang memicu banjir dan genangan di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, menyebut sebagian besar penderita adalah anak-anak. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi orang tua dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Sebagian besar penderita adalah anak-anak. Bahkan pasien meninggal akibat DBD adalah anak usia 12 tahun,” ujar Hadi, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sepanjang 1 Januari hingga 1 Februari 2026 tercatat 157 kasus demam dengue (DD) dan DBD. Sebanyak 33 di antaranya masuk kategori DBD dengan satu kasus kematian. Sebaran kasus dilaporkan cukup merata di berbagai kecamatan di Jepara.
Lonjakan kasus ini tak lepas dari musim hujan dengan intensitas tinggi sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Banjir yang sempat melanda beberapa wilayah, termasuk Kalinyamatan, menyisakan banyak genangan air yang menjadi tempat ideal perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue.
Pemkab Jepara melalui Dinas Kesehatan kini mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pengaktifan juru pemantau jentik (jumantik) di tingkat desa hingga RT kembali digencarkan untuk memutus rantai penularan.
Selain itu, surat edaran kewaspadaan dini telah disebar sejak akhir Januari 2026 kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan kepala puskesmas. Pemerintah meminta seluruh elemen masyarakat bergerak cepat melakukan pencegahan.
Data tahun sebelumnya juga menunjukkan tren tinggi. Sepanjang Januari–Desember 2025, tercatat 2.646 kasus demam dengue dan DBD di Jepara, terdiri dari 2.526 kasus DD dan 119 DBD, dengan satu pasien meninggal dunia.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar rutin menerapkan gerakan 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Fogging hanya bersifat sementara jika tidak diiringi pemberantasan jentik.
Lonjakan kasus di awal tahun ini menjadi peringatan bahwa musim hujan bukan hanya membawa banjir, tetapi juga ancaman kesehatan serius. Tanpa kesadaran kolektif, angka penderita dikhawatirkan terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan.
***
Tim Redaksi.