Notification

×

Iklan

Iklan

Innalilahi, Bocah SD Tenggelam di Sungai Senden Mulyoharjo Jepara

Kamis, 05 Februari 2026 | 19.14 WIB Last Updated 2026-02-05T14:37:20Z
Foto, jenazah korban tenggelam di sungai wilayah Desa Mulyoharjo, Jepara.


Queensha.id – Jepara, 

Innalilahi wainnailaihi rojiun. Peristiwa duka terjadi di Sungai Senden, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang anak bernama M. Avriza Maulana yang masih duduk di bangku kelas 5 SD Negeri 2 Mulyoharjo dilaporkan tenggelam saat berada di area sungai yang belakangan ramai dijadikan lokasi wisata dadakan oleh warga.


Korban diperkirakan berusia sekitar 11 tahun dan diketahui merupakan warga Desa Klepu RT 009/RW 002, Kecamatan Keling, yang kini tinggal di Mulyoharjo.


Menurut keterangan warga di lokasi, saat kejadian korban bersama teman-temannya tengah bermain dan mandi di Sungai Senden. Tiba-tiba korban tenggelam dan sempat membuat panik anak-anak lain yang berada di sekitar sungai. Teman-teman korban dan warga yang juga sedang mandi langsung berupaya menolong dan mengevakuasi korban dari dalam air.


Korban kemudian lakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), kemudian dibawa dari lokasi sungai ke rumah keluarganya di kecamatan Keling, Jepara oleh warga. Namun, peristiwa ini kembali menyoroti minimnya tingkat keamanan di kawasan yang kini dikenal sebagai objek wisata baru tersebut.


Hingga saat ini, lokasi Sungai Senden belum dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai seperti papan peringatan, pembatas area berbahaya, maupun petugas pengawas. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang kerap datang tanpa pengawasan ketat orang dewasa.


Peristiwa tenggelam di Sungai Senden bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut, pada April 2015 silam, seorang mahasiswa UNISNU Jepara asal Kecamatan Kedung juga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai yang sama.


Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Jepara Kota masih belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan resmi terkait kronologi dan penanganan kejadian tersebut.


Masyarakat berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera melakukan evaluasi serius terhadap keberadaan wisata dadakan di Sungai Senden, termasuk penyediaan standar keamanan, rambu peringatan, serta pengawasan yang memadai, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.





Portal media online Queensha.id Jepara turut berdukacita, "Semoga Husnul Khatimah".

***
Tim Redaksi.