Queensha.id – Edukasi Sosial,
Upaya mengatasi kemiskinan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar negara. Para ekonom menilai, langkah paling mendasar justru dimulai dari kebiasaan keuangan rumah tangga. Disiplin mengatur pengeluaran, menghindari utang konsumtif, hingga membangun dana darurat disebut sebagai fondasi utama agar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan.
Sejumlah tips sederhana seperti tidak berutang untuk gaya hidup, menabung secara rutin, mengurangi makan di luar, hingga membuat target keuangan dinilai relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Namun, para ahli menegaskan bahwa kunci utamanya bukan sekadar mengetahui tips, melainkan konsistensi dalam menjalankannya.
Ekonom senior Indonesia, Bhima Yudhistira, menilai kebiasaan konsumtif menjadi salah satu penyebab utama masyarakat sulit keluar dari tekanan ekonomi. Menurutnya, banyak rumah tangga mengalami “kemiskinan struktural kecil” karena pengeluaran yang tidak terkendali.
“Masalahnya bukan hanya pendapatan yang kecil, tapi pengeluaran yang tidak direncanakan. Banyak orang berutang untuk gaya hidup, bukan kebutuhan produktif. Ini membuat kondisi finansial makin rapuh,” ujarnya dalam beberapa kesempatan diskusi ekonomi publik.
Bhima menekankan pentingnya prinsip dasar: pengeluaran tidak boleh lebih besar dari pendapatan. Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka utang akan menjadi jebakan jangka panjang yang sulit diputus.
Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal, menyoroti pentingnya tabungan dan dana darurat. Ia menyebut, tanpa dana cadangan, satu kejadian tak terduga seperti sakit atau kehilangan pekerjaan bisa langsung menjatuhkan keluarga ke jurang kemiskinan.
“Minimal rumah tangga harus punya dana darurat tiga sampai enam bulan pengeluaran. Tanpa itu, guncangan kecil saja bisa berdampak besar,” jelasnya.
Ia juga menilai kebiasaan belanja impulsif, terutama melalui platform online, menjadi tantangan baru. Kemudahan transaksi digital membuat banyak orang membeli barang di luar kebutuhan.
“Belanja online seringkali memicu konsumsi emosional. Tanpa perencanaan, ini bisa menggerus pendapatan tanpa disadari,” katanya.
Ekonom lain menambahkan bahwa perencanaan keuangan sederhana dapat membantu masyarakat keluar dari tekanan ekonomi. Menyusun anggaran bulanan, menetapkan prioritas kebutuhan, serta membuat target keuangan jangka pendek dan panjang dinilai efektif membangun stabilitas finansial.
Pengamat kebijakan publik menyebut, mengatasi kemiskinan memang membutuhkan peran pemerintah melalui lapangan kerja dan perlindungan sosial. Namun, di tingkat individu, perubahan perilaku finansial tetap menjadi faktor kunci.
Langkah-langkah seperti menghindari utang konsumtif, menabung secara konsisten, membatasi pengeluaran, hingga memiliki tujuan keuangan jelas dinilai sebagai strategi realistis yang bisa diterapkan siapa saja.
Para ekonom sepakat, keluar dari kemiskinan bukan proses instan. Dibutuhkan disiplin, kesabaran, dan perubahan pola pikir terhadap uang. Jika kebiasaan finansial sehat dibangun sejak dini, peluang untuk mencapai kemandirian ekonomi akan semakin besar.
***
Tim Redaksi.