Notification

×

Iklan

Iklan

Buruh PT Indoexim Bersiap Turun ke Jalan, Warga Mambak Jepara Dukung Aksi Tuntut THR dan Kompensasi PHK

Jumat, 06 Maret 2026 | 16.04 WIB Last Updated 2026-03-06T09:05:23Z
Foto, fleyer informasi dari FKPM Mambak, kecamatan Pakisaji, Jepara.


Queensha.id — Jepara,


Gelombang aksi protes dari para pekerja PT Indoexim di Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, dipastikan akan berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Aksi ini dipicu oleh tuntutan para buruh yang meminta perusahaan segera memenuhi hak-hak mereka, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan kompensasi atas pemberhentian kerja.


Informasi mengenai rencana aksi tersebut tersebar melalui poster yang beredar di masyarakat dan media sosial. Dalam poster itu tertulis jelas agenda “Demo Karyawan PT Indoexim” yang akan dilaksanakan langsung di lokasi perusahaan di Desa Mambak.


Dalam seruan aksi tersebut, para pekerja menyampaikan beberapa tuntutan utama. Di antaranya adalah permintaan agar perusahaan segera memberikan THR kepada karyawan serta membayarkan kompensasi bagi para pekerja yang mengalami pemberhentian kerja.


Selain itu, para buruh juga menyoroti persoalan upah kerja yang disebut berada di angka Rp55.000 per hari. Angka tersebut dinilai masih jauh dari harapan sebagian pekerja yang berharap adanya perbaikan kesejahteraan.


Warga Sekitar Beri Dukungan

Rencana aksi tersebut juga mendapat dukungan dari sebagian warga sekitar perusahaan. Mereka menilai tuntutan para buruh merupakan hal yang wajar karena berkaitan langsung dengan hak-hak pekerja.


Beberapa warga menyebut bahwa para buruh hanya meminta kejelasan dan keadilan dari perusahaan tempat mereka bekerja.


“Kalau memang mereka menuntut hak seperti THR dan kompensasi, itu sesuatu yang wajar. Apalagi ini sudah mendekati bulan Lebaran. Para pekerja juga punya keluarga yang harus dinafkahi,” ujar salah seorang warga Desa Mambak.


Menurut warga, aksi tersebut diharapkan dapat menjadi jalan dialog antara perusahaan dan para pekerja agar persoalan yang ada bisa diselesaikan secara baik.


FKPM Mambak Jadi Koordinator Aksi

Aksi tersebut rencananya akan dikoordinasikan oleh Forum Komunikasi Pemuda Mambak (FKPM). Ketua FKPM Mambak, Zamroni, mengatakan bahwa pihaknya hadir untuk mengawal aspirasi para buruh agar disampaikan secara tertib dan damai.


Ia menegaskan bahwa aksi yang direncanakan bukan bertujuan menciptakan kericuhan, melainkan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja yang dinilai belum terpenuhi.


“Kami dari FKPM Mambak hanya memfasilitasi aspirasi masyarakat dan para buruh. Harapannya, tuntutan mereka bisa didengar dengan baik oleh pihak perusahaan,” kata Zamroni.


Ia juga mengimbau para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.


“Kami ingin aksi ini berjalan damai. Jangan sampai ada tindakan yang merugikan pihak mana pun. Intinya adalah mencari solusi terbaik antara buruh dan perusahaan,” ujarnya.


Harapan Ada Jalan Tengah

Warga berharap pihak perusahaan dapat membuka ruang komunikasi agar persoalan tersebut tidak berkepanjangan. Mereka menilai dialog antara manajemen dan pekerja merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas hubungan kerja.
Selain itu, masyarakat sekitar juga berharap aksi tersebut berjalan dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan di lingkungan desa.


“Yang penting semua pihak bisa duduk bersama dan mencari jalan tengah. Kalau hak pekerja terpenuhi dan perusahaan juga tetap berjalan baik, tentu itu yang diharapkan semua orang,” kata seorang warga.


***
Tim Redaksi.