Notification

×

Iklan

Iklan

Jepara Peringati 491 Tahun Hadeging Kadipaten Jeporo dengan Grebeg Mulud Jeporonan

Jumat, 29 Agustus 2025 | 16.16 WIB Last Updated 2025-08-29T09:17:36Z

Foto, tangkap layar dari rundown acara tradisi Grebek Mulud Jeporonan.

Queensha.id - Jepara,


Pemerintah Kabupaten Jepara bersama kelompok budaya Prajan Hadipuran Manunggal menggelar rangkaian tradisi Grebeg Mulud Jeporonan dalam rangka memperingati Hadeging Kadipaten Jeporo ke-491, yang bertepatan dengan 2 Maulud Ehe 1469 – 1959 penanggalan Jawa, sekaligus merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.


Acara yang digelar pada 29–30 Agustus 2025 ini dibuka dengan prosesi Ruwatan Bumi Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara, Jumat (29/8/2025). Ruwatan dimulai dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penyatuan air dan tanah dari 134 titik makam, petilasan, serta punden di Jepara. Prosesi sakral itu kemudian ditutup dengan doa kidung, sebagai simbol persatuan dan penghormatan kepada leluhur.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Moh. Eko Udyyono, Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat, serta jajaran Forkopimda.


Dalam sambutannya, Moh. Eko menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama.


“Ini semua merupakan upaya kita menjaga kebudayaan di Kabupaten Jepara sekaligus menghormati para pahlawan yang telah berjuang. Harapannya, tahun depan acara ini semakin meriah serta mampu mendukung sektor UMKM dan pariwisata,” ujarnya.


Sementara itu, Khoirul Anam, Ketua Prajan Hadipuran Manunggal, menekankan makna prosesi penyatuan air dan tanah.


“Ini menjadi simbol persatuan masyarakat Jepara. Semua saudara yang tersebar bisa bersatu dan bersyukur untuk sengkuyung membangun Jepara,” katanya.


Rangkaian kegiatan berlanjut dengan sedekah alam di Loji Gununung, Pengkol, berupa penanaman pohon simbolik seperti kemuning, naga sari, walikukun, dan dewandaru yang dibawa dari Banjarnegara serta Gunung Kawi. Sedekah alam ini dimaknai sebagai wujud bakti manusia kepada bumi.


Puncak peringatan digelar pada Sabtu (30/8/2025) dengan Kirab Bergodo Tombak, yang dimulai dari Makam Mantingan menuju Pendopo Kabupaten Jepara. Kirab diikuti 1.486 peserta serta perwakilan dari 20 kabupaten di empat provinsi. Dalam kirab, para peserta menyerahkan pusaka tombak sebagai simbol ikrar persaudaraan dan persatuan budaya.


Tradisi Grebeg Mulud Jeporonan juga menjadi pengingat akan sejarah perjuangan Ratu Kalinyamat, tokoh perempuan Jepara yang dikenal gigih memperjuangkan persatuan di masa lampau.


Dengan semangat ini, masyarakat Jepara tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga budaya sekaligus merawat persaudaraan lintas daerah.


***

×
Berita Terbaru Update