Kebakaran hebat melanda Pabrik Busa PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu (17/1/2026).
Api yang diduga kuat dipicu sambaran petir dengan cepat melahap hampir seluruh area pabrik, memicu kepanikan di kalangan karyawan yang tengah bekerja.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.41 WIB saat hujan deras disertai petir mengguyur wilayah Nalumsari. Sambaran petir diduga mengenai gudang produksi yang menyimpan material busa, sehingga api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Besarnya kobaran api memaksa petugas mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai wilayah dikerahkan, ditambah satu unit water cannon milik Polres Jepara untuk membantu proses pemadaman.
Api Berkobar Lebih dari Tiga Jam
Proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari tiga jam. Petugas berjibaku di tengah material busa yang mudah terbakar serta hembusan angin yang mempercepat perambatan api dari bangunan belakang ke bagian depan pabrik.
Hingga sekitar pukul 14.10 WIB, sejumlah armada pemadam masih disiagakan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Produksi Masih Berjalan Saat Kebakaran
Berdasarkan informasi di lapangan, aktivitas produksi saat kejadian masih berjalan normal. Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi menjadi tanda awal bahaya, memaksa para pekerja segera menghentikan aktivitas dan menyelamatkan diri.
Sebagian karyawan sempat berusaha menyelamatkan material produksi ke tempat yang lebih aman sebelum api membesar. Namun upaya tersebut tidak berlangsung lama karena api dengan cepat menguasai area pabrik.
Karyawan Panik, Tabung Gas Picu Ketakutan
Muhammad Fatkhul Ary, salah satu karyawan yang berada di lokasi, menuturkan suasana mencekam saat kebakaran terjadi. Ia meyakini api berasal dari sambaran petir yang langsung menyambar area produksi.
“Awalnya hujan deras dan petir. Lalu muncul api dari dalam gedung dan langsung membesar,” ujarnya.
Kepanikan semakin meningkat karena di dalam gudang produksi terdapat tabung gas berukuran besar. Para karyawan berhamburan keluar bangunan karena khawatir terjadi ledakan susulan.
“Semua langsung lari keluar. Kami takut tabung gas meledak,” tambahnya.
Kerugian dan Penyebab Masih Diselidiki
Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan cukup besar. Hampir seluruh bangunan pabrik dilaporkan terdampak kobaran api.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan pentingnya sistem proteksi petir dan mitigasi kebakaran di kawasan industri, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
***
Tim Redaksi.