| Foto, ilustrasi truk ekspedisi. |
Kasus penipuan berkedok jasa ekspedisi kembali terjadi dan menimpa pelaku usaha kecil di Jepara. Seorang pedagang kardus asal Dukuh Juwet, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, harus menelan kerugian besar setelah satu truk muatan barang dagangannya diduga digelapkan oleh sindikat ekspedisi bodong yang dikenalnya melalui Facebook.
Korban, Joko Santoso, awalnya berniat mengirimkan satu truk penuh kardus dari Kudus menuju Garut, Jawa Barat. Ia menemukan jasa pengiriman melalui sebuah grup Facebook yang menawarkan tarif murah dan pengiriman cepat antarprovinsi.
Berawal dari Kesepakatan di Media Sosial
Peristiwa terjadi pada Senin, 2 Februari 2026. Setelah terjadi kesepakatan harga dan waktu pengiriman, pelaku datang mengambil muatan dan menjanjikan barang akan sampai di tujuan dalam satu hari.
Namun kejanggalan muncul ketika pihak pembeli di Garut menghubungi korban dan menyatakan truk yang ditunggu tak kunjung tiba. Korban mencoba menghubungi pihak ekspedisi, tetapi nomor telepon pelaku sudah tidak aktif dan seluruh komunikasi terputus.
Diduga Dijual di Kota Lain
Penelusuran mandiri yang dilakukan korban mengarah pada dugaan bahwa muatan kardus tersebut telah dijual oleh pelaku di wilayah Kabupaten Batang, jauh dari rute tujuan pengiriman.
Korban bahkan sempat mendatangi alamat salah satu terduga pelaku. Dari keterangan warga sekitar, para pelaku jarang berada di rumah dan kerap berpindah-pindah. Salah satu terduga juga disebut pernah memiliki catatan kriminal sebelumnya.
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan jasa ekspedisi fiktif yang marak terjadi melalui media sosial, khususnya terhadap pelaku usaha kecil yang mencari jasa pengiriman dengan harga lebih murah.
Warga Diminta Waspada
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat menggunakan jasa pengiriman dari media sosial. Verifikasi identitas perusahaan, alamat kantor, legalitas usaha, serta rekam jejak layanan menjadi langkah penting sebelum mempercayakan barang bernilai besar.
Aparat kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti laporan korban dan menelusuri jaringan pelaku agar kejadian serupa tidak kembali menimpa pelaku usaha lainnya.
“Saya sangat terpukul karena ini hasil usaha saya. Niatnya kirim barang untuk mencari nafkah, tapi malah ditipu. Satu truk kardus itu nilainya tidak sedikit. Saya berharap pelaku segera tertangkap dan barang bisa kembali. Semoga kejadian ini jadi pelajaran bagi pedagang lain agar lebih hati-hati kalau mencari ekspedisi lewat media sosial,” ujar Joko Santoso.
***
Sumber: SJ.
Tim Redaksi.