Queensha.id – Jepara,
Prosesi pemakaman seorang warga di Desa Mambak, Kabupaten Jepara, pada Minggu (8/2/2026) diwarnai insiden tak terduga. Seorang warga dilaporkan tercebur ke dalam liang kubur saat proses penurunan jenazah menggunakan alat berat jenis crane.
Pemakaman tersebut berlangsung tidak seperti biasanya. Almarhum yang memiliki berat badan sekitar 300 kilogram harus dimakamkan dengan metode khusus karena keterbatasan tenaga manusia untuk mengangkat jenazah secara manual.
Sejumlah warga menyebut penggunaan crane terpaksa dilakukan agar proses pemakaman dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Kalau pakai cara biasa tidak memungkinkan, akhirnya pakai crane untuk menurunkan jenazah,” ujar salah satu warga yang ikut membantu prosesi, Minggu (8/2) sore.
Saat penurunan jenazah berlangsung, suasana sempat hening dan khidmat. Warga memusatkan perhatian ke liang kubur yang telah disiapkan. Namun situasi mendadak berubah ketika seorang warga yang berdiri terlalu dekat di bibir liang kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam lubang makam.
Insiden itu memicu kepanikan sekaligus reaksi spontan dari warga di sekitar lokasi. Sejumlah warga berteriak kaget dan berusaha menolong, sementara lainnya mundur menjauh dari bibir liang kubur.
Beberapa warga kemudian sigap menarik korban yang tercebur. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan luka serius. Warga yang jatuh hanya mengalami kotor terkena tanah dan langsung dibantu naik kembali.
“Panik iya, tapi syukurlah tidak sampai terluka. Langsung ditarik naik sama warga lain,” kata seorang saksi di lokasi.
Setelah situasi kembali kondusif, prosesi pemakaman dilanjutkan hingga selesai. Warga tetap melanjutkan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga agar selalu mengutamakan keselamatan, termasuk saat mengikuti prosesi pemakaman dengan kondisi khusus. Meski sempat diwarnai insiden, warga Desa Mambak tetap berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
***
Wartawan: Akhib Ob.
Tim Redaksi.