Notification

×

Iklan

Iklan

Posyandu Tak Lagi Sekadar Timbang Balita, Jepara Uji Coba Model Layanan 6 SPM Terpadu

Jumat, 06 Februari 2026 | 15.09 WIB Last Updated 2026-02-06T08:25:52Z

Foto, kegiatan dari Dinsospermades kabupaten Jepara melalui ketua TP Posyandu kabupaten Jepara Hj. Laila Saidah Witiarso.

Queensha.id — Jepara,

Pemerintah Kabupaten Jepara mulai mendorong transformasi peran posyandu dari layanan kesehatan dasar menjadi pusat pelayanan masyarakat terpadu. Langkah ini ditandai dengan kunjungan Tim Penggerak Posyandu Kabupaten Jepara ke Posyandu Margo Utomo, Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, yang ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) Standar Pelayanan Minimum (SPM).


Kunjungan pada Jumat, 6 Februari 2026, diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Edi Utoyo. Dalam kegiatan tersebut, Posyandu Margo Utomo disiapkan menjadi model pengembangan posyandu berbasis layanan enam bidang SPM yang tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak.


Posyandu Bertransformasi Jadi Layanan Terpadu

Edi Utoyo menjelaskan bahwa posyandu kini diarahkan menjadi pusat pelayanan yang lebih luas dan responsif terhadap kebutuhan warga. Selain layanan kesehatan, posyandu akan menampung pengaduan masyarakat terkait berbagai sektor seperti pertanian, kesehatan umum, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibum linmas), serta sosial.


“Posyandu Margo Utomo menjadi pilot project perubahan dari Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) menuju Posyandu berbasis enam SPM. Ke depan, posyandu ini diharapkan menjadi rujukan pengelolaan bagi posyandu lain di wilayah Kecamatan Kalinyamatan,” ujar Edi dalam sambutannya, Jum'at (6/2/2026).


Transformasi ini dinilai sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik ke tingkat desa. Dengan memanfaatkan posyandu sebagai titik layanan terpadu, masyarakat diharapkan lebih mudah menyampaikan aspirasi dan memperoleh pelayanan dasar.


Foto, para kader Posyandu Margo Utomo.





Simulasi Kegiatan dan Penguatan Kader

Dalam kunjungan tersebut, jajaran pengurus dan kader posyandu juga diminta melakukan simulasi kegiatan pelayanan terpadu. Simulasi ini bertujuan memastikan kesiapan kader dalam menjalankan fungsi baru posyandu yang lebih luas.


Kader diharapkan tidak hanya berperan dalam layanan kesehatan, tetapi juga mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah desa maupun kabupaten dalam berbagai sektor pelayanan dasar.


Edi Utoyo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kader, dan masyarakat agar model posyandu SPM dapat berjalan optimal. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pilot project ini akan menjadi contoh bagi wilayah lain di Jepara.


Arah Baru Pelayanan Desa

Program pengembangan posyandu berbasis SPM merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan dasar di tingkat desa. Posyandu yang selama ini dikenal sebagai tempat penimbangan balita dan pemeriksaan ibu hamil kini diarahkan menjadi pusat layanan sosial yang lebih komprehensif.


Dengan adanya pilot project ini, Pemkab Jepara berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dasar dan menyampaikan keluhan tanpa harus datang ke kantor instansi yang jauh.


Kegiatan kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran TP Posyandu, kader, dan perangkat desa sebagai simbol dimulainya penguatan peran Posyandu Margo Utomo sebagai model layanan terpadu di Kecamatan Kalinyamatan.


***
Wartawan: Gun Jpr.