| Foto, kenangan masa lalu, Pay dan Dewiq. |
Queensha.id – Musik,
Industri musik Indonesia memiliki banyak pencipta lagu hebat di balik layar. Namun, hanya sedikit yang mampu menciptakan begitu banyak lagu populer lintas generasi seperti duet kreatif antara Pay Burman dan Dewiq.
Keduanya dikenal sebagai “duet maut” pencipta lagu Indonesia. Meski hubungan rumah tangga mereka telah berakhir, karya-karya yang mereka hasilkan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan musik pop Tanah Air.
Puluhan lagu hits lahir dari tangan kreatif pasangan ini dan dinyanyikan oleh sejumlah musisi papan atas Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Salah satu karya paling fenomenal mereka adalah lagu Bukan Cinta Biasa yang dipopulerkan diva Malaysia Siti Nurhaliza. Lagu tersebut menjadi salah satu karya lintas negara yang sangat populer di Indonesia dan Malaysia.
Selain itu, mereka juga menciptakan lagu Pelan-Pelan Saja yang dinyanyikan band rock Kotak, serta Kau Cantik Hari Ini yang dipopulerkan oleh Lobow.
Karya lain yang juga dikenal luas antara lain Jenuh yang dinyanyikan Rio Febrian, serta Karena Kucinta Kau yang dipopulerkan Bunga Citra Lestari.
Tak ketinggalan lagu Kucinta Kau Apa Adanya yang dibawakan Once Mekel serta beberapa lagu populer milik Agnez Mo seperti Tanpa Kekasihku, Sebuah Rasa, hingga Cinta di Ujung Jalan.
Karya mereka juga dinyanyikan oleh sejumlah musisi lain seperti Audy Item melalui lagu Temui Aku, Gita Gutawa lewat lagu Bukan Permainan, hingga Anji dengan lagu Berhenti di Kamu.
Tak hanya penyanyi solo, Pay dan Dewiq juga memberi warna kuat pada perjalanan band Kotak melalui sejumlah lagu seperti Masih Cinta, Tinggalkan Saja, Kosong Toejoeh, Selalu Cinta, hingga Kecuali Kamu.
Jejak Karier Panjang Pay Burman
Nama Pay sendiri memiliki perjalanan panjang di industri musik Indonesia. Pria bernama lengkap Parlin Burman Siburian ini lahir pada 2 Mei 1970 dan dikenal sebagai produser musik, aransemen, pencipta lagu, sekaligus gitaris.
Sebelum dikenal sebagai produser dan pencipta lagu produktif, Pay merupakan mantan gitaris grup musik legendaris Slank. Setelah keluar dari Slank, ia kemudian membentuk band rock BIP.
Bersama BIP, Pay merilis sejumlah album seperti Turun Dari Langit (2001), Min Plus (2002), Udara Segar (2004), Berangkat (2010), serta mini album Bikin Indonesia Paten (2019). Band ini juga merilis album kompilasi The Best of BIP: Ternyata Harus Memilih (2003).
Di luar aktivitas band, Pay dikenal sebagai pencipta lagu produktif yang karya-karyanya dinyanyikan oleh banyak musisi ternama seperti Agnez Mo, Once Mekel, Ari Lasso, Kotak, hingga Bunga Citra Lestari.
Pay juga pernah menangani beberapa lagu dari mendiang Nike Ardilla, termasuk lagu legendaris Bintang Kehidupan dan Sandiwara Cinta.
Salah satu karya besar Pay dalam skala internasional adalah lagu Meraih Bintang yang menjadi lagu resmi Asian Games 2018. Lagu yang dinyanyikan oleh Via Vallen tersebut bahkan meraih ratusan juta penonton di YouTube dan dinyanyikan ulang dalam berbagai bahasa.
Warisan Lagu yang Tetap Hidup
Kolaborasi Pay dan Dewiq membuktikan bahwa kekuatan musik tidak hanya datang dari penyanyi yang tampil di panggung, tetapi juga dari kreativitas para pencipta lagu di balik layar.
Lagu-lagu yang mereka ciptakan bukan sekadar hits sesaat, tetapi telah menjadi bagian dari memori kolektif pendengar musik Indonesia selama lebih dari dua dekade.
Meski perjalanan hidup keduanya telah berbeda arah, karya-karya duet Pay dan Dewiq tetap hidup dan terus dinyanyikan oleh generasi baru pecinta musik Indonesia.
***
Tim Redaksi.