Notification

×

Iklan

Iklan

THR dan Pesangon Dibayar, Aksi Demonstrasi di PT Indoexim Mambak Jepara Resmi Dibatalkan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 03.44 WIB Last Updated 2026-03-06T20:45:57Z
Foto, fleyer resmi dari FKPM Mambak, kecamatan Pakisaji, Jepara (Dibatalkan).


Queensha.id – Jepara,


Rencana aksi penyampaian pendapat di muka umum yang semula akan digelar di PT Indoexim, Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Sabtu (7/3/2026) resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah pihak perusahaan mencairkan tuntutan utama para pekerja, yakni pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan pesangon.


Pembatalan tersebut disampaikan oleh Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) Desa Mambak melalui press release pada Jumat (6/3/2026). Sebelumnya, aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di lingkungan perusahaan yang bergerak di bidang furniture tersebut.


Ketua FKPM Mambak, Zamroni, menyampaikan bahwa keputusan pembatalan diambil setelah adanya perkembangan positif dalam penyelesaian persoalan antara pekerja dan pihak perusahaan.


“Setelah adanya komunikasi dan perkembangan yang baik, pihak perusahaan akhirnya mencairkan tuntutan karyawan terkait pembayaran THR dan pesangon. Karena itu, rencana aksi penyampaian pendapat di muka umum yang semula akan dilaksanakan pada Sabtu resmi kami batalkan,” ujar Zamroni, Jum'at (6/3/2026).


Menurutnya, langkah perusahaan tersebut menjadi sinyal positif bahwa aspirasi para pekerja didengar dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret.


Zamroni menegaskan bahwa FKPM sejak awal hanya ingin memastikan hak-hak pekerja dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Kami melihat ini sebagai bentuk respons dari perusahaan terhadap aspirasi para pekerja. Harapannya, ke depan hubungan antara perusahaan dan pekerja dapat berjalan lebih baik, lebih transparan, dan saling menghormati hak serta kewajiban masing-masing,” tambahnya.


FKPM Mambak juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu menjaga situasi tetap kondusif selama proses penyelesaian persoalan tersebut berlangsung.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan perhatian sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik tanpa harus terjadi aksi di lapangan,” jelas Zamroni.


Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan perusahaan dapat lebih memperhatikan hak-hak pekerja agar hubungan industrial tetap harmonis.


“Kami berharap ke depan komunikasi antara pekerja dan manajemen perusahaan bisa lebih terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung konflik,” pungkasnya.


Dengan adanya penyelesaian ini, situasi di Desa Mambak dan lingkungan kerja PT Indoexim diharapkan kembali berjalan normal dan kondusif bagi semua pihak.

***
Wartawan: Aris BS.
Tim Redaksi.