Foto, tangkap layar dari chattingan antara korban lowongan kerja online yang diduga berakhir jalan kaki dari terminal bus Bungurasih, Surabaya dan jalan kaki ke Jepara. |
Queensha.id - Jepara,
Media sosial kembali menjadi saksi nyata kekuatan solidaritas dan kepedulian antarwarga. Seorang pemuda asal Jepara, Abdul Rizky, menjadi viral setelah kisah perjalanannya yang luar biasa menyebar: ia berjalan kaki dari Terminal Bungurasih, Surabaya menuju Jepara akibat menjadi korban penipuan lowongan kerja online.
Informasi awal diperoleh dari unggahan akun Facebook Putra Kelana yang mengabarkan bahwa Abdul Rizky terlihat berjalan kaki dan sempat berada di Lasem, Rembang. Dalam unggahannya, Putra Kelana menulis:
"Njalok tulong dulor, ono wong Jepara mlaku seko mbunguraseh arah Jepara (korban loker online), iki posisine neng Lasem. Jok nwo ono sopir-sopir arah Jepara, tulung lah melu tekan Jepara. Isaku gor bantu lewat niki mas."
Kabar Baik: Abdul Rizky Kini Sudah Dapat Tumpangan Hingga Kudus
Berita baik kemudian datang dari tangkapan layar percakapan antara Putra Kelana dan Abdul Rizky. Dalam pesan tersebut, Abdul Rizky mengabarkan bahwa ia telah mendapat tumpangan motor dari seseorang yang hendak menuju Kudus.
"Angsal nunutan mas niki, Alhamdulillah mas," tulis Abdul Rizky dalam pesan singkatnya.
Ia menambahkan bahwa motor yang ditumpanginya menuju ke arah Kudus, meskipun pengemudinya belum mengetahui persis wilayah Kudus. Dalam percakapan yang hangat tersebut, sempat ditawarkan bantuan dari teman Putra Kelana yang berada di Kudus untuk membantu arah maupun keperluan lainnya.
"Nk Kudus nggih Kulo gadah mbak mas ting mriku, caket e rumah sakit Mardi Rahayu," lanjut Abdul Rizky, menyebut bahwa dia memiliki kenalan di dekat RS Mardi Rahayu Kudus.
Solidaritas Warga Jepara dan Kudus: Bukti Nyata Empati Sosial
Respons dari warga net, khususnya masyarakat Jepara dan Kudus, sangat luar biasa. Banyak yang membagikan unggahan tersebut ke berbagai grup media sosial dan menawarkan bantuan berupa tumpangan, makanan, bahkan tempat istirahat.
Lebih dari sekadar empati, aksi-aksi kecil ini menjadi bukti bahwa di tengah dunia yang kian digital dan individualis, semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat hidup.
Penipuan Lowongan Kerja Online Masih Mengintai
Kisah Abdul Rizky bukanlah satu-satunya. Penipuan bermodus lowongan kerja online kerap menjerat banyak korban, khususnya mereka yang berasal dari daerah dan sedang mencari harapan pekerjaan di kota besar. Banyak di antara mereka dijanjikan pekerjaan bergaji besar, namun justru dijebak untuk membayar biaya administrasi dan akomodasi, lalu ditinggalkan begitu saja tanpa kepastian.
Waspadai Modus dan Edukasi Digital Penting Ditingkatkan
Kasus ini sekaligus menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap segala bentuk tawaran kerja online. Periksa legalitas penyedia kerja, jangan pernah mengirim uang terlebih dahulu, dan libatkan orang terpercaya sebelum mengambil keputusan besar.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan harus mulai serius mengedukasi masyarakat tentang cara mengenali modus penipuan digital dan memberikan akses informasi kerja yang sah dan terpercaya.
Jadi, kisah Abdul Rizky bukan hanya cerita tentang seseorang yang berjalan kaki ratusan kilometer, tetapi tentang bagaimana rasa kemanusiaan, semangat kebersamaan, dan kecepatan informasi bisa menyelamatkan satu jiwa dari keterpurukan.
Di tengah kerasnya dunia maya, semoga kita tetap menjadi manusia yang punya rasa. Semoga Abdul Rizky segera tiba dengan selamat di Jepara, dan ini menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.
***
Sumber: Akun Facebook.