Notification

×

Iklan

Iklan

Keluarga Berduka, Affan Ojol yang Tewas Terlindas Rantis Brimob Dikenal sebagai Tulang Punggung

Jumat, 29 Agustus 2025 | 15.21 WIB Last Updated 2025-08-29T08:22:36Z

Foto, tangkap layar dari KTP Affan Kurniawan korban dari terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob.

Queensha.id - Jakarta,


Tragedi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) menyisakan duka mendalam. Seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Jakarta Pusat.


Kabar wafatnya Affan membuat keluarga besar tak kuasa menahan kesedihan. Pasalnya, pemuda yang masih berusia muda itu dikenal rajin, baik hati, dan bahkan menjadi tulang punggung keluarga.


Fachrudin, sepupu dari nenek almarhum, menceritakan kabar duka itu datang secara tiba-tiba. Ia menerima informasi setelah menunaikan ibadah salat Magrib.
“Nah, sampai di rumah, beberapa menit kemudian saya salat Magrib, habis salat Magrib saya keluar. Dapat informasi bahwa almarhum ini meninggal kecelakaan dalam waktu demo,” ungkapnya, dikutip dari detikcom, Jumat (29/8/2025).


Menurut Fachrudin, keluarga awalnya tidak percaya dengan kabar tersebut. Namun, setelah melihat foto almarhum yang beredar, mereka hanya bisa pasrah dan ikhlas.



“Reaksi keluarga semuanya pada kaget, dan tidak percaya sebenarnya. Tapi begitu saya lihat fotonya, ya saya yakin, tapi saya ikhlas,” ujarnya.



Tulang Punggung Keluarga di Usia Muda


Meski baru berusia 21 tahun, Affan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menanggung beban ekonomi keluarga. Ayahnya hanya bekerja serabutan, sehingga Affan menjadi harapan utama.



“Almarhum itu menjadi tulang punggung karena bapaknya juga kerja serabutan, jadi benar-benar tulang punggung. Makanya jam 6 dia udah jalan, terus setengah hari kan pulang istirahat, pulang lagi,” jelas Fachrudin.


Bagi keluarga, kehilangan Affan adalah kehilangan besar. Bukan hanya karena perannya sebagai pencari nafkah, tetapi juga karena sifatnya yang bertanggung jawab dan penuh perhatian.



Sosok Baik di Lingkungan


Kesan positif tentang Affan juga datang dari warga sekitar. Ketua RT setempat, Farida Nani, menyebut mendiang sebagai pribadi pendiam namun santun.
“Dia itu orangnya baik, pendiam, tidak neko-neko. Semua warga mengenalnya seperti itu,” kata Farida.


Kepergian Affan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan lingkungan. Tragedi ini sekaligus menambah panjang daftar korban jiwa dalam kericuhan unjuk rasa, yang kini menjadi sorotan publik terhadap aparat penegak hukum.


***

×
Berita Terbaru Update