Notification

×

Iklan

Iklan

Mengungkap Fakta Tes DNA: Dari Struktur, Tes, Biaya, hingga Risiko Pemalsuan

Kamis, 28 Agustus 2025 | 21.49 WIB Last Updated 2025-08-28T14:50:00Z

Foto, ilustrasi tes DNA.

Queensha.id - Jakarta,


DNA, atau deoxyribonucleic acid (asam deoksiribonukleat), kerap disebut sebagai “cetakan kehidupan”. Molekul ini menyimpan seluruh instruksi genetik yang menentukan bagaimana tubuh manusia tumbuh, berkembang, hingga mewarisi sifat dari orang tua ke anak.


Struktur DNA berbentuk heliks ganda menyerupai tangga spiral, tersusun dari empat basa nitrogen utama: adenin (A), guanin (G), sitosin (C), dan timin (T). Kombinasi unik dari basa inilah yang menjadi “kode rahasia” pembentuk identitas setiap individu.



Mengapa DNA Penting?


DNA tidak hanya menjadi dasar dalam ilmu genetika, tetapi juga berperan penting dalam kesehatan, forensik, hingga riset asal-usul leluhur. Melalui DNA, dokter dapat mendeteksi risiko penyakit genetik, penegak hukum bisa mengidentifikasi pelaku kejahatan, dan individu dapat menelusuri garis keturunan mereka.



Begini Cara Tes DNA Dilakukan


Tes DNA dapat dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari pengambilan darah, usapan pipi (cheek swab), hingga analisis rambut atau cairan ketuban pada kasus medis tertentu. Proses di laboratorium meliputi:


  1. Pengambilan Sampel – darah, usap pipi, atau jaringan tubuh.
  2. Ekstraksi DNA – memisahkan DNA dari sampel.
  3. Amplifikasi dengan PCR – memperbanyak DNA agar cukup untuk dianalisis.
  4. Analisis Genetik – mencari penanda genetik yang relevan.
  5. Interpretasi Hasil – laporan resmi dengan kesimpulan terkait hubungan biologis, kesehatan, atau data lain.


Jenis tes DNA pun beragam: mulai dari tes paternitas/maternitas, tes kesehatan genetik, tes forensik, hingga tes silsilah dan leluhur.



Biaya Tes DNA di Indonesia


Tes DNA masih tergolong mahal. Harganya bervariasi mulai Rp700 ribu hingga di atas Rp50 juta, tergantung jenis tes dan metode analisis.


  • Tes garis keturunan: Rp700 ribu – Rp4 juta
  • Tes paternitas: Rp1,5 juta – Rp5 juta
  • Whole Genome Sequencing (WGS): Rp15 juta – Rp50 juta lebih


Di beberapa puskesmas, layanan tes DNA tersedia dengan biaya sekitar Rp7–8 juta. Namun, tidak semua puskesmas memiliki fasilitas lengkap, dan layanan ini tidak ditanggung BPJS Kesehatan.



Tes DNA Bisa Dilakukan Sendiri


Kini, tersedia kit tes DNA yang bisa digunakan di rumah. Pengguna cukup mengusap pipi bagian dalam, memasukkan sampel ke tabung khusus, lalu mengirimkannya ke laboratorium. Hasil biasanya diterima dalam hitungan minggu.


Namun, penting dicatat: tes DNA untuk tujuan hukum (misalnya pengadilan) harus dilakukan di fasilitas medis dengan prosedur resmi.



Hati-hati, Hasil Tes DNA Bisa Dipalsukan


Meskipun teknologi tes DNA sangat akurat, ada celah manipulasi. Pemalsuan biasanya terjadi bukan pada teknologinya, melainkan pada tahap pengumpulan sampel atau laporan.


Bentuk manipulasi antara lain:


  • Penukaran sampel sebelum masuk laboratorium.
  • Keterlibatan orang dalam untuk mengubah hasil.
  • Laporan hasil palsu yang diperjualbelikan.


Untuk menghindari hal ini, masyarakat disarankan menggunakan laboratorium terakreditasi dan memastikan prosedur chain of custody diterapkan.



Jadi, tes DNA membuka jalan bagi banyak hal: dari mengetahui kesehatan, mengungkap kasus kriminal, hingga melacak asal-usul keluarga. Namun, masyarakat perlu berhati-hati memilih layanan agar terhindar dari pemalsuan dan kesalahpahaman.


DNA bukan hanya sekadar kode biologis, melainkan “identitas sejati” yang tidak bisa ditiru, namun tetap bisa dimanipulasi jika prosedur tidak dijalankan dengan benar.


***

×
Berita Terbaru Update