Foto, pernyataan damai dalam pertandingan sepakbola antar kampung (tarkam) di Desa Tahunan, kecamatan Tahunan, Jepara. Sumber: Ulil Albab. |
Queensha.id - Jepara,
Buntut kericuhan yang melibatkan suporter dan wasit dalam pertandingan sepak bola antar kampung (tarkam) di Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, akhirnya menemui jalan damai pada Jumat (29/8/2025).
Kericuhan itu terjadi pada laga turnamen bertajuk Ulil Albab Cup yang mempertemukan tim Dukuh Kauman (RW 3) melawan Dukuh GTI/Perumnas (RW 7), Selasa (26/8/2025). Pertandingan yang semula berjalan sengit berubah panas ketika salah satu pemain GTI melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Kauman.
Saat itu, kedudukan 2-1 untuk keunggulan Kauman, dan waktu pertandingan tinggal menyisakan dua menit. Ketegangan semakin meningkat ketika wasit menilai pemain Kauman sengaja mengulur-ulur waktu. Dari sinilah kericuhan antara suporter, pemain, dan wasit pecah.
“Akibat kericuhan tersebut, pertandingan kami skors selama empat hari sampai keadaan benar-benar kondusif,” ujar Petinggi Desa Tahunan, H. Muhadi.
Ia menambahkan, pemain Kauman yang sempat menjadi korban kini sudah menjalani perawatan dan kondisinya mulai membaik.
Jalan Damai Lewat Kesepakatan Bersama
Untuk meredam situasi, Pemdes Tahunan bersama panitia turnamen menggelar pertemuan yang dihadiri perwakilan dari masing-masing RW, BPD, Polsek Tahunan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Dari forum itu, seluruh perwakilan RW sepakat menjunjung tinggi nilai fair play dan menandatangani surat pernyataan bersama untuk menjaga kondusifitas dalam setiap pertandingan.
“Ada beberapa poin fair play yang sudah disepakati. Salah satunya, jika kericuhan kembali terjadi, panitia akan langsung menghentikan turnamen. Bahkan Pemdes tidak akan menggelar turnamen sepak bola di tahun berikutnya,” tegas Muhadi.
Ia juga menekankan bahwa sanksi tegas, baik berupa larangan ikut turnamen maupun proses hukum, akan diberlakukan terhadap suporter maupun official yang melakukan aksi anarkis atau tindak pidana.
“Intinya, turnamen ini bukan hanya ajang hiburan, tapi juga wadah mempererat persaudaraan. Maka fair play harus kita junjung tinggi,” tandasnya.
Turnamen Tarkam Jadi Ajang Silaturahmi Warga
Sebagai informasi, Ulil Albab Cup diikuti delapan tim RW di Desa Tahunan, yakni Randusari FC, Bendansari FC, Kauman FC, Tendoksari FC, Gerjensari FC, Krajan FC, Wonosari FC, dan GTI/Perumnas FC.
Turnamen ini akan kembali dilanjutkan pada Minggu (31/8/2025) dengan pengamanan lebih ketat dan komitmen bersama agar tidak ada lagi kericuhan.
***
Sumber: UA/SB.