| Foto, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela. Sumber Foto: RK. |
Queensha.id – Jepara,
Kasus kematian seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Khoiriyah, warga Desa Kerso, Kecamatan Mlonggo, yang ditemukan meninggal dunia di rumah majikannya di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Jepara, akhirnya memasuki babak baru.
Pagi ini, Kamis (13/11/2025) Polres Jepara resmi melakukan ekshumasi atau penggalian makam korban untuk kepentingan penyidikan.
Langkah ini diambil setelah kasus tersebut menjadi perbincangan luas di masyarakat dan viral di media sosial, lantaran muncul dugaan kuat bahwa kematian Khoiriyah tidak wajar. Sejumlah isu liar bahkan menyebutkan adanya indikasi pembunuhan dan persoalan utang-piutang di balik peristiwa tersebut.
Langkah Ilmiah Polisi: Bongkar Fakta di Balik Isu
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, menegaskan bahwa langkah ekshumasi ini merupakan bagian dari Scientific Crime Investigation (SCI) untuk membuktikan fakta dan meluruskan spekulasi yang beredar.
“Ini menjadi perhatian khusus bagi kami. Ekshumasi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah,” ungkap AKP Wildan kepada Queensha Jepara, Rabu (12/11/2025).
Dalam prosesnya, Polres Jepara menggandeng unit identifikasi Polda Jateng, Bidlabfor, serta Biddokkes Polda Jateng. Pemeriksaan akan difokuskan pada kondisi jasad dan kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan yang tidak terdeteksi sebelumnya.
Kronologi dan Fakta Awal
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban Khoiriyah ditemukan meninggal dunia di kamar rumah majikannya pada Sabtu (8/11/2025) pagi.
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 05.30 WIB, korban sempat terlihat berjalan menuju kamar mandi dan kembali ke kamar untuk menunaikan salat Subuh.
Namun, sekitar pukul 06.00 WIB, anak majikan yang tidur bersama korban mendapati korban sudah dalam keadaan pucat dan tak bernyawa.
“Korban ditemukan meninggal dunia tanpa adanya tanda kekerasan. Berdasarkan pemeriksaan dokter Puskesmas Batealit, terdapat lebam di wajah, dan diperkirakan meninggal dua jam sebelum ditemukan,” jelas AKP Wildan.
Hingga kini, polisi telah memeriksa empat saksi yakni JR, MYG, UL, dan MR yang termasuk majikan tempat korban bekerja.
Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Khoiriyah baru bekerja sekitar dua pekan di rumah tersebut dan biasanya tidur bersama anak-anak majikannya.
Kondisi Sosial Korban dan Sikap Keluarga
Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa Khoiriyah hidup sebatang kara dan sempat mengalami depresi akibat tekanan ekonomi.
Pihak keluarga semula menerima kematian korban sebagai musibah biasa dan memutuskan untuk langsung memakamkan jenazah di Desa Kerso.
Namun, setelah muncul berbagai isu dan informasi tak sinkron di masyarakat, penyidik akhirnya memutuskan untuk membuka kembali makam korban demi kepentingan penyidikan.
Polres Jepara Tegaskan Transparansi
AKP Wildan menegaskan, langkah ekshumasi ini dilakukan secara transparan, profesional, dan berbasis pada bukti ilmiah.
“Kami ingin memberikan kepastian hukum kepada publik. Jika memang kematiannya wajar, akan kami sampaikan. Namun jika ditemukan hal lain, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses ekshumasi masih berlangsung dengan pengamanan ketat dari Polres Jepara. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.
***
Sumber: Yosep/RMOL Jateng.
Reporter: Tim Redaksi Queensha Jepara.
Editor: Vico Rahman.
Tanggal: 12 November 2025.