| Foto, anggota Grib Jaya Jepara PAC Kalinyamatan dan PAC Bangsri peduli korban banjir di Desa Batukali, kecamatan Kalinyamatan, Jepara. |
Queensha.id - Jepara,
Banjir yang merendam ratusan rumah di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Di tengah proses pemulihan warga, kepedulian berbagai pihak terus mengalir.
Salah satunya datang dari (Gerakan Raya Indonesia Bersatu) GRIB Jaya DPC Jepara yang menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak banjir, Sabtu (17/1/2026) siang.
Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB di Desa Batukali, dengan melibatkan PAC Kalinyamatan sebagai perwakilan penyalur bantuan. Turut membantu dalam kegiatan ini Grib Jaya PAC Kalinyamatan dan Grib Jaya PAC Bangsri, sebagai bentuk solidaritas lintas wilayah.
Bantuan diserahkan langsung kepada pihak Desa Batukali yang selama beberapa hari terakhir terdampak banjir cukup parah.
Bentuk Kepedulian di Tengah Pemulihan
Ketua Grib Jaya PAC Kalinyamatan, Jepara, Bagus Wahyu Wibowo, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian GRIB Jaya terhadap warga yang terdampak bencana, sekaligus wujud kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
“Banjir ini berdampak besar bagi aktivitas dan ekonomi warga. Kami hadir untuk membantu meringankan beban, terutama kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan.
Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan makanan siap saji yang sangat dibutuhkan warga selama masa darurat dan pemulihan pasca banjir.
Banjir Surut, Aktivitas Warga Mulai Normal
Banjir yang melanda Desa Batukali sejak Minggu malam (11/1/2026) sebelumnya merendam permukiman warga dengan ketinggian air antara 20 hingga 60 sentimeter. Kini, genangan air di sebagian besar rumah telah surut, menyisakan genangan di sejumlah ruas jalan permukiman.
Suasana desa yang sempat lengang selama hampir lima hari terakhir perlahan kembali hidup. Warga mulai membersihkan rumah, memperbaiki perabot, dan beraktivitas seperti biasa.
“Alhamdulillah hari ini sudah surut. Senang rasanya bisa mulai bersih-bersih rumah. Semoga hujan cepat reda dan tidak banjir lagi,” ujar salah seorang warga Batukali.
Ratusan Rumah dan Ratusan Hektare Sawah Terendam
Kepala Desa Batukali, Sarmani, menjelaskan bahwa banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga area persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Dari total 675 Kepala Keluarga (KK) di Desa Batukali, sekitar 60 persen rumah atau kurang lebih 405 rumah terdampak banjir. Sementara rumah yang tidak terendam umumnya berada di wilayah dengan elevasi lebih tinggi.
Untuk sektor pertanian, dampaknya jauh lebih luas. Dari total 307 hektare sawah, seluruhnya terendam banjir.
“Alhamdulillah, hari ini air sudah mulai surut sekitar 20 sentimeter, baik di permukiman maupun sawah,” kata Sarmani.
| Foto, anggota Grib Jaya Jepara PAC Kalinyamatan dan PAC Bangsri peduli korban banjir di Desa Batukali, kecamatan Kalinyamatan, Jepara. |
Desa Hilir, Banjir Datang Hampir Setiap Tahun
Sarmani menegaskan, banjir bukanlah persoalan baru bagi Desa Batukali. Letak desa yang berada di wilayah hilir dan dataran rendah membuatnya rawan banjir setiap musim hujan dengan intensitas tinggi.
“Hampir setiap tahun kalau hujan deras pasti banjir. Karena desa kami paling rendah dan paling hilir,” ungkapnya.
Keluhan Infrastruktur: Normalisasi dan Tanggul Mendesak
Di balik bantuan yang datang, pemerintah desa menyampaikan sejumlah keluhan utama yang perlu mendapat perhatian serius ke depan.
Menurut Sarmani, persoalan banjir tidak akan tuntas tanpa perbaikan infrastruktur yang memadai.
Beberapa kebutuhan mendesak yang disampaikan antara lain:
1. Realisasi normalisasi sungai dan saluran air.
2. Renovasi pintu-pintu air.
3. Perbaikan jalan usaha tani yang banyak rusak, terutama pada beton rabat.
4. Tanggul dan senderan yang mengalami longsor di sejumlah titik.
“Kalau normalisasi dan tanggul tidak segera diperbaiki, banjir akan terus berulang,” tegasnya.
Apresiasi Warga untuk Bantuan Sosial
Selama banjir melanda, Desa Batukali telah menerima berbagai bantuan logistik, termasuk dari DPC GRIB Jaya Jepara. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan selama kondisi darurat.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan. Ini sangat membantu warga,” ujar Sarmani.
Di tengah upaya pemulihan, warga berharap kepedulian yang hadir hari ini juga diikuti dengan solusi jangka panjang, agar banjir tahunan tidak lagi menjadi ancaman rutin bagi kehidupan mereka.
***
Wartawan: Aris BS.
Tim Redaksi.