Notification

×

Iklan

Iklan

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Kerahkan Tim SAR

Sabtu, 17 Januari 2026 | 16.04 WIB Last Updated 2026-01-17T09:06:36Z
Foto, rute penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar.



Queensha.id — Makassar,


Sebuah pesawat jenis ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Insiden ini langsung memicu respons cepat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar yang mengerahkan tim ke lokasi terakhir pesawat terdeteksi.


Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kehilangan kontak pesawat tersebut sekitar pukul 13.17 WITA. Berdasarkan data awal, titik terakhir pesawat terpantau berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros.


“Kami sementara dalam perjalanan menuju lokasi. Perkiraan titik terakhir pesawat berada di daerah Leang-leang,” ujar Andi Sultan kepada wartawan.


Rute Yogya–Makassar, Jumlah Penumpang Belum Diketahui

Menurut informasi sementara, pesawat tersebut diketahui melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Namun hingga berita ini diturunkan, Basarnas belum dapat memastikan jumlah kru maupun penumpang yang berada di dalam pesawat saat insiden terjadi.


“Rutenya dari Yogyakarta ke Makassar. Untuk jumlah kru dan penumpang masih dalam pendataan,” jelas Sultan.


Ketidakpastian ini menambah ketegangan dalam proses pencarian, mengingat wilayah Maros dikenal memiliki kontur geografis yang cukup menantang, dengan kawasan perbukitan dan karst.


25 Personel SAR Dikerahkan

Sebanyak 25 personel Basarnas diterjunkan dalam operasi awal pencarian. Selain personel, sejumlah peralatan evakuasi dan perlengkapan pendukung operasi SAR juga telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.


Basarnas menyatakan akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan pencarian, serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas penerbangan.
Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung dan publik diimbau menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.


***
Tim Redaksi.