Notification

×

Iklan

Iklan

BNPB Bergerak Cepat: Akses Terputus di Tempur Jepara Ditarget Pulih 3 Pekan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 10.27 WIB Last Updated 2026-01-17T03:29:30Z
Foto, peninjauan lokasi longsor dan banjir di Desa Tempur, kecamatan Keling, Jepara oleh BNPB.


Queensha.id - Jepara,


Pemerintah pusat menunjukkan keseriusan penuh dalam menangani bencana longsor ekstrem yang melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Jumat (16/1/2026), atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.


Kunjungan tersebut menegaskan bahwa penanganan bencana di Jepara kini masuk dalam prioritas nasional. Fokus utama pemerintah adalah memulihkan akses jalan yang tertutup longsor, sekaligus memastikan ribuan warga tidak terus terisolasi dalam waktu lama.


Dalam peninjauan itu, Letjen TNI Suharyanto menyampaikan sejumlah langkah strategis yang akan segera dijalankan. Pembersihan material longsor dan perbaikan jalur utama ditargetkan rampung dalam waktu dua hingga tiga minggu, sehingga dapat kembali dilalui kendaraan roda empat.


“Pemulihan akses ini sangat mendesak. Ada sekitar 3.500 warga yang saat ini terisolasi. Jalur ini vital untuk distribusi logistik, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Suharyanto di hadapan jajaran pemerintah daerah dan tim penanganan bencana.


Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang. Jalur yang ada saat ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor susulan. Karena itu, BNPB bersama kementerian terkait merancang pembangunan jalur alternatif baru yang lebih aman dan berkelanjutan.


Menurut Suharyanto, kehadiran negara tidak boleh berhenti pada respons awal semata. “Pemerintah pusat hadir dengan solusi nyata. Fokus kita bukan hanya membuka jalan, tetapi memastikan warga tidak lagi hidup dalam ketidakpastian akibat ancaman longsor berulang,” ujarnya.


Langkah cepat ini disambut harapan besar oleh warga Desa Tempur, yang selama ini bergantung penuh pada akses tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah diminta bersinergi penuh agar target waktu yang ditetapkan dapat tercapai tanpa hambatan.


Dengan keterlibatan langsung Presiden dan BNPB, penanganan longsor di Tempur menjadi sinyal kuat bahwa keselamatan warga di wilayah rawan bencana tidak lagi dipandang sebagai persoalan pinggiran, melainkan urusan nasional yang harus dituntaskan dengan cepat dan tegas.


***
Sumber: SJ.