Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Pertanyaan yang Membuat Langit Terdiam: Ulama Indonesia Ingatkan Hisab Paling Awal di Akhirat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 10.42 WIB Last Updated 2026-01-17T03:43:29Z
Foto, ilustrasi. Berdoa dan menuju ke akhirat.


Queensha.id - Edukasi Islam,


Hari itu, tidak ada lagi kebanggaan dunia. Ketika sangkakala ditiup, gunung beterbangan seperti kapas, lautan meluap, dan manusia bangkit dari kuburnya dalam keadaan telanjang, bingung, serta diliputi ketakutan. Semua gelar, jabatan, dan harta yang dulu diperebutkan, runtuh tak bersisa.


Yang tersisa hanya satu: pertanggungjawaban.


Rasulullah SAW telah memberi peringatan keras jauh sebelum hari itu datang. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, beliau bersabda bahwa kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang beberapa perkara besar. 


Para ulama menjelaskan, dari sekian banyak pertanyaan hisab, ada tiga perkara utama yang akan didahulukan karena menjadi tolok ukur seluruh amal manusia.


Shalat, Penentu Nasib Amal

Pertanyaan pertama yang mengguncang jiwa bukan tentang harta atau keturunan, melainkan tentang shalat. Hubungan seorang hamba dengan Allah SWT menjadi perkara paling awal yang dihisab.


Rasulullah SAW bersabda,
“Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.”


Ulama kharismatik Indonesia, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), pernah menegaskan bahwa shalat bukan sekadar ritual, tetapi cermin kejujuran iman. “Kalau shalat saja disepelekan, jangan heran kalau hidup dipenuhi keberanian berbuat dosa,” ungkapnya dalam salah satu pengajiannya.


Jika shalatnya baik, amal lain akan mengikuti. Namun jika shalatnya rusak, maka seluruh amal terancam runtuh.


Umur, Nikmat yang Paling Banyak Disia-siakan

Pertanyaan kedua menyasar sesuatu yang sering dianggap biasa: umur. Waktu muda, waktu sehat, dan waktu lapang akan dibuka satu per satu, tanpa ada yang terlewat.


Rasulullah SAW bersabda,
“Dan tentang umurnya, untuk apa ia habiskan.”

Prof. Dr. Quraish Shihab menilai bahwa umur adalah modal utama manusia. Dalam berbagai tafsir dan ceramahnya, ia menekankan bahwa dosa terbesar manusia modern adalah menyia-nyiakan waktu tanpa nilai ibadah. “Bukan panjang umur yang ditanya, tapi kualitasnya,” tegas Quraish.


Setiap jam yang berlalu akan ditanya: digunakan untuk taat atau maksiat?

Harta, Nikmat yang Bisa Menjadi Petaka

Pertanyaan ketiga adalah tentang harta. Bukan seberapa banyak, melainkan dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan.
Rasulullah SAW bersabda,
“Dan tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan.”


Ketua Umum MUI periode sebelumnya, KH. Ma’ruf Amin, pernah mengingatkan bahwa harta yang tidak jelas kehalalannya adalah sumber kehancuran sosial dan spiritual. “Harta haram tidak hanya merusak individu, tapi juga masyarakat,” ujarnya.


Di akhirat, setiap rupiah akan bersaksi. Tidak ada transaksi yang tersembunyi, tidak ada manipulasi laporan.


Renungan untuk Hari Ini

Di dunia, manusia sibuk bertanya tentang keuntungan, hasil, dan pencapaian. Namun di akhirat, pertanyaannya dibalik secara tegas:


Apa yang kau shalatkan?

Ke mana umurmu kau habiskan?

Untuk apa hartamu kau gunakan?

Tidak ada jawaban rekayasa. Tidak ada saksi palsu. Yang berbicara hanyalah amal dan kejujuran hati.


Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7, sekecil apa pun kebaikan, pasti akan diperlihatkan balasannya.


Para ulama sepakat, mengingat kematian dan hisab bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar manusia hidup dengan arah. Agar ketika hari itu datang, kita berdiri bukan sebagai terdakwa, tetapi sebagai hamba yang dirahmati.


***
Tim Redaksi.