Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Anggur hingga Donat: Ritual Makanan Pembawa Keberuntungan yang Dipercaya Menentukan Nasib Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 13.15 WIB Last Updated 2026-01-01T06:16:52Z
Foto, makanan ringan, donat.


Queensha.id - Edukasi Sosial,



Pergantian tahun tidak hanya dirayakan dengan kembang api dan doa, tetapi juga lewat sajian makanan yang sarat makna. Di berbagai belahan dunia, tradisi menyantap makanan tertentu saat malam Tahun Baru dipercaya membawa keberuntungan, kelimpahan, hingga umur panjang. Keyakinan ini turun-temurun dijaga, menyatukan harapan kolektif manusia akan hidup yang lebih baik di tahun yang baru.


Berikut deretan makanan yang lekat dengan simbol keberuntungan dalam perayaan Tahun Baru di berbagai negara:


1. Anggur: Harapan 12 Bulan Penuh Keberuntungan

Anggur menjadi simbol paling populer dalam tradisi Tahun Baru, terutama di Spanyol dan Meksiko. Saat detik-detik pergantian tahun tiba, masyarakat setempat berlomba memakan 12 butir anggur—masing-masing melambangkan harapan keberuntungan untuk setiap bulan dalam setahun ke depan. Ritual ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk doa diam-diam yang dilakukan serempak.


2. Mi Panjang: Simbol Umur Panjang dan Kelancaran Hidup

Mi dengan bentuk panjang dipercaya membawa umur panjang dan kehidupan yang berkelanjutan. Di banyak budaya Asia, mi tidak boleh dipotong atau dipatahkan saat dimasak maupun dimakan. Semakin panjang mi, semakin panjang pula doa untuk kesehatan dan kelanggengan hidup. Tradisi ini juga merambah ke berbagai jenis mi, dari mi beras hingga pasta.


3. Dumpling: Lambang Kekayaan dan Kemakmuran

Dumpling atau pangsit memiliki makna ekonomi yang kuat. Bentuknya menyerupai kantong uang atau koin kuno, menjadikannya simbol kemakmuran dan rezeki. Di Tiongkok, Rusia, hingga Eropa Timur, dumpling menjadi menu wajib Tahun Baru yang dipercaya membawa keberuntungan finansial dan kesehatan keluarga.


4. Ikan: Pertanda Kelimpahan dan Rezeki Berlimpah

Ikan melambangkan kelimpahan dan keberlanjutan. Dalam budaya Asia, ikan utuh kerap disajikan saat Tahun Baru Imlek sebagai simbol rezeki yang tidak terputus. Sementara di Eropa, ikan seperti herring, ikan mas, dan ikan kod menjadi pilihan utama. Cara penyajiannya berbeda, namun maknanya sama: harapan hidup yang berlimpah.


5. Donat: Keberuntungan Manis dari Eropa

Di Jerman, donat “Berliner” menjadi sajian khas pembuka tahun. Donat berisi selai atau krim ini dipercaya membawa keberuntungan manis di tahun yang baru. Bentuknya yang bulat juga dimaknai sebagai siklus hidup yang utuh dan harapan akan perjalanan hidup yang lancar.


Tradisi makanan pembawa keberuntungan ini menunjukkan bahwa di balik perayaan modern, manusia tetap menggenggam simbol dan makna lama. Lebih dari sekadar mengenyangkan, makanan-makanan ini menjadi medium harapan—bahwa tahun yang akan datang bisa dijalani dengan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan yang lebih baik.


***
Tim Redaksi.