Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Pramugari Gadungan ke Sekolah Gratis: Jalan Tak Terduga Khairun Nisa Menuju Mimpi yang Sah

Rabu, 14 Januari 2026 | 14.14 WIB Last Updated 2026-01-14T07:16:25Z
Foto, Khairun Nisa (tangkap layar dari video pengakuan) dari berbagai sumber.


Queensha.id - Nasional,


Nasib seseorang bisa berubah drastis hanya dalam hitungan hari. Itulah yang dialami Khairun Nisa (23), warga Muara Kuang, Sumatera Selatan, yang sempat viral setelah ketahuan menyamar sebagai pramugari maskapai Batik Air. Dari peristiwa yang menuai kecaman publik, kini muncul babak baru yang tak terduga yaitu Nisa ditawari sekolah pramugari secara gratis oleh Aeronef Academy.


Lembaga pelatihan pramugari yang berbasis di Kediri, Jawa Timur, itu menyatakan kesediaannya memberikan pendidikan dan pembinaan resmi bagi Nisa. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Aeronef Academy, dikutip Selasa (13/1/2026).


“Perjuangan dan semangatnya untuk membahagiakan orang tua sangat menyentuh hati. Kami di Aeronef Indonesia percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat,” tulis Aeronef Academy.


Aeronef menegaskan, tawaran pendidikan gratis ini bukan bentuk pembenaran atas tindakan yang keliru, melainkan upaya mengarahkan mimpi ke jalur yang benar dan legal. Lembaga tersebut menyatakan ingin membantu Nisa mewujudkan impiannya mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya, dengan bekal ilmu, etika, dan sertifikasi resmi.


Kasus Nisa sebelumnya menjadi sorotan nasional setelah video penyamarannya sebagai awak kabin Batik Air rute Palembang–Jakarta dengan nomor penerbangan ID 70-508 pada Selasa (6/1/2026) beredar luas. Penyamaran itu terbongkar setelah identitas yang digunakan diketahui palsu.


Dalam video permintaan maaf yang diunggah secara terbuka, Nisa mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan mendalam.


“Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air,” ujar Nisa, dikutip dari berbagai sumber.


Ia juga menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan secara sukarela, tanpa tekanan dari pihak mana pun.


“Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak Batik Air maupun Lion Group. Pernyataan ini saya sampaikan tanpa paksaan,” katanya.


Langkah Aeronef Academy menuai beragam respons publik. Sebagian menilai tawaran tersebut sebagai bentuk empati dan pembinaan, sementara yang lain mengingatkan pentingnya penegakan aturan agar peristiwa serupa tidak terulang.


Namun, satu hal tak terbantahkan: kisah Khairun Nisa kini menjadi potret paradoks zaman media sosial hingga kesalahan yang viral bisa menghancurkan, tetapi juga membuka jalan baru jika direspons dengan pembelajaran dan tanggung jawab.


Dari seragam palsu menuju bangku pendidikan resmi, nasib Nisa kini berada di persimpangan. Publik menanti, apakah kesempatan kedua ini benar-benar akan mengubah langkahnya menjadi pramugari yang sah, atau sekadar menjadi kisah sensasi sesaat.


***
Tim Redaksi.