Notification

×

Iklan

Iklan

Ditemukan Spesies Mirip Manusia Hidup Sezaman Homo Sapiens 200 Ribu Tahun Lalu

Senin, 19 Januari 2026 | 12.07 WIB Last Updated 2026-01-19T05:10:02Z
Foto, ditemukan fosil manusia purba di Sulawesi m


Queensha.id - Jakarta,


Sejarah evolusi manusia kembali diguncang dari timur Indonesia. Para arkeolog mengungkap bukti baru keberadaan spesies mirip manusia purba yang hidup berdampingan dengan manusia modern awal (Homo sapiens) sekitar 200 ribu tahun lalu di wilayah Sulawesi.


Temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLoS ONE, berdasarkan hasil penggalian di situs Leang Bulu Bettue, sebuah ceruk batu di kawasan karst Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Situs tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi arkeologi terpenting di Asia Tenggara dengan rekam jejak kehidupan manusia purba yang sangat lengkap.


Peneliti menemukan lapisan artefak dan bukti budaya yang menunjukkan bahwa Sulawesi bukan hanya dihuni oleh Homo sapiens awal, tetapi juga kemungkinan menjadi habitat lebih dari satu garis evolusi manusia purba dalam periode waktu yang sama.


Jejak Kehidupan yang Tumpang Tindih

Analisis terhadap susunan lapisan tanah dan artefak di Leang Bulu Bettue mengindikasikan adanya interaksi kompleks antarspesies manusia purba.


Meski identitas spesies non-Homo sapiens tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya, para peneliti menilai keberadaannya sangat signifikan dalam memahami sejarah migrasi dan evolusi manusia di Asia Tenggara.


“Temuan ini membuka jendela baru tentang bagaimana manusia purba dan kerabatnya mungkin hidup berdampingan dan saling berinteraksi di masa lalu,” ujar Rania Hadid, penulis studi tersebut, sebagaimana dikutip dari Indian Defence Review.


Ia menegaskan bahwa hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa jalur evolusi manusia jauh lebih kompleks dibandingkan teori lama yang menganggap manusia modern berkembang secara linier.


“Ini menunjukkan bahwa evolusi manusia bukanlah satu garis lurus, melainkan jejaring yang rumit dan beragam,” tambahnya.


Sulawesi, Persimpangan Evolusi Manusia

Temuan fosil dan artefak dari Leang Bulu Bettue memperkuat dugaan bahwa Sulawesi telah dihuni manusia purba lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Wilayah ini diduga menjadi titik penting migrasi manusia purba, sekaligus tempat bertemunya berbagai spesies dengan latar evolusi berbeda.


Sejumlah penelitian sebelumnya memang telah menunjukkan bahwa Asia Tenggara, khususnya Indonesia, menyimpan banyak teka-teki evolusi manusia—mulai dari Homo floresiensis di Flores hingga Homo luzonensis di Filipina.


Penemuan terbaru ini memperluas pemahaman tentang keanekaragaman spesies manusia purba di luar Afrika, sekaligus menantang narasi lama yang menempatkan Asia Tenggara hanya sebagai wilayah lintasan migrasi.


Membuka Bab Baru Sejarah Manusia

Para arkeolog berharap penelitian lanjutan di Sulawesi dan wilayah sekitarnya dapat mengungkap lebih jauh bagaimana berbagai garis evolusi manusia purba bertemu, hidup berdampingan, dan mungkin saling memengaruhi dalam jangka waktu yang sangat panjang.


Jika temuan ini terus diperkuat, Sulawesi berpotensi menjadi salah satu kunci utama untuk memahami asal-usul dan kompleksitas perjalanan manusia modern di dunia.


***
Tim Redaksi.