Notification

×

Iklan

Iklan

Empat Hari Dikepung Banjir, 10 Desa di Jepara Terendam, Ratusan KK Terdampak

Selasa, 13 Januari 2026 | 15.24 WIB Last Updated 2026-01-13T08:26:04Z
Foto, salah satu Desa yang terdampak tanggul kali jebol di wilayah kabupaten Jepara.


Queensha.id - Jepara,


Curah hujan tinggi yang disertai luapan sungai menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bencana ini berlangsung selama empat hari, sejak Jumat hingga Senin (9-12 Januari 2026), dan berdampak pada ratusan kepala keluarga. Sejumlah warga bahkan terpaksa mengungsi akibat genangan air yang tak kunjung surut.


Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, banjir tercatat melanda 10 desa yang tersebar di enam kecamatan. Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan banjir terjadi secara bertahap dengan intensitas yang terus meningkat.
Peristiwa banjir pertama kali dilaporkan pada Jumat, 9 Januari 2026, di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Tiga rumah warga terendam banjir. Di hari yang sama, Dukuh Tempuran, Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, juga dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.


“Pada Sabtu, 10 Januari 2026, banjir di Tubanan RT 7 RW 4 Kecamatan Kembang merendam tiga rumah dengan enam jiwa terdampak. Jalan desa dan persawahan ikut tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter,” ujar Arwin, Selasa, (13/1/2026).


Situasi semakin memburuk pada Minggu, 11 Januari 2026. Banjir melanda Desa Jatisari, Kecamatan Nalumsari, dengan ketinggian air mencapai 30–50 sentimeter. Genangan merendam permukiman warga di empat RT dan berdampak pada 163 kepala keluarga.


Di hari yang sama, hujan deras juga menyebabkan tanggul jebol di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari. Tanggul di RT 3 RW 3 jebol sepanjang kurang lebih 10 meter, mengakibatkan banjir yang berdampak pada sekitar 450 kepala keluarga di RW 02 dan RW 03.


Banjir turut menerjang Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, akibat jebolnya tanggul sungai. Sementara itu, luapan Sungai Kali Mayong menggenangi Desa Mayong Lor dengan ketinggian air mencapai 50–70 sentimeter.


Memasuki Senin, 12 Januari 2026, banjir belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dukuh Selomenor, Desa Welahan, Kecamatan Welahan, tergenang air setinggi 70 sentimeter. Lebih dari 100 warga dari 70 kepala keluarga terdampak, dengan 18 orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.


“Banjir juga terjadi di Desa Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan, dengan ketinggian air 50 hingga 70 sentimeter. Pendataan jumlah kepala keluarga terdampak masih berlangsung,” kata Arwin.


Selain itu, Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, turut dilanda banjir yang menggenangi permukiman dan area persawahan. Di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, tanggul yang jebol akibat hujan deras berdampak pada sekitar 130 kepala keluarga.


BPBD Jepara terus melakukan pemantauan dan pendataan di seluruh wilayah terdampak, sembari berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan untuk penanganan darurat. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi dan risiko banjir susulan belum sepenuhnya hilang.


***
Tim Redaksi.