| Foto, lokasi banjir di wilayah kecamatan Kedung, Jepara. |
Queensha.id - Jepara,
Hujan lebat yang terus mengguyur Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyebabkan banjir semakin meluas. Jumlah desa terdampak bertambah, merambah ke sejumlah wilayah di Kecamatan Kedung dan Welahan, dengan genangan air yang mulai masuk ke permukiman warga hingga lahan pertanian.
Banjir yang semula terjadi di enam desa kini meluas ke Desa Sowan Kidul, Batu Kaki, dan Welahan. Air menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi, memaksa sebagian warga menyelamatkan barang berharga dan kendaraan ke tempat yang lebih aman.
Pantauan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, banjir merendam Dukuh Rekesan di RT 1 RW 2, RT 2 RW 2, dan RT 3 RW 2. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 40 sentimeter. Sejumlah warga terlihat mengevakuasi sepeda motor dan perabot rumah tangga untuk menghindari kerusakan.
Salah satu warga RT 3 RW 2, Siti Solehah, menuturkan air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB. Padahal pada Minggu sore, 11 Januari 2026, air sempat menggenangi lingkungan namun belum masuk ke dalam rumah dan sempat surut.
“Air mulai masuk pas mau subuh. Kemarin sore sudah banjir, tapi belum masuk rumah,” ujar Siti, Senin, 12 Januari 2026.
Hingga Senin siang, hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur wilayah terdampak, membuat warga waswas ketinggian air terus bertambah.
Banjir juga terjadi di Dukuh Selomenur, Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Di wilayah RT 03 RW 03, genangan air mengepung rumah-rumah warga dengan ketinggian hampir mencapai 55 sentimeter. Aktivitas warga terganggu dan akses lingkungan menjadi sulit dilalui.
Warga berharap hujan segera reda dan pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan, termasuk mempercepat aliran air dan memberikan bantuan bagi warga terdampak. Banjir yang kembali terjadi ini memunculkan kekhawatiran akan buruknya sistem drainase dan daya tampung aliran air di wilayah selatan Jepara.
***
Tim Redaksi.