Queensha.id - Jepara,
Bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada awal Januari 2026 telah menjadi salah satu bencana alam paling parah yang memukul daerah itu dalam dua dekade terakhir.
Longsor hebat terjadi sejak Jumat malam, 9 Januari 2026, setelah hujan lebat mengguyur wilayah lereng Gunung Muria, menyebabkan akses utama dari Desa Damarwulan menuju Tempur terputus total. Puluhan titik longsor menutup badan jalan dengan material tanah dan batu, beberapa di antaranya mencapai ketebalan dua meter lebih, sehingga desa sempat terisolasi selama beberapa hari.
Material longsor bahkan merusak rumah warga, memutus jaringan listrik dan komunikasi, serta membuat mobilitas masyarakat sangat terganggu. Badan jalan sepanjang sekitar 60 meter tergerus air sungai, memaksa warga dan relawan membuka jalur darurat untuk kendaraan roda dua agar logistik bantuan tetap bisa masuk.
Bencana ini tidak hanya menutup akses desa, tetapi juga mengisolasi sekitar ribuan jiwa dari lebih 1.300 kepala keluarga (sekitar 3.642 jiwa) yang terdampak langsung longsor. Pemerintah daerah bersama relawan telah berupaya membuka jalur alternatif di berbagai titik, termasuk membuka jalur darurat serta membuka kembali jaringan listrik dan akses jalan meskipun hanya bisa dilalui sepeda motor atau pejalan kaki pada awalnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung dalam penanganan pascabanjir dan longsor. Kepala BNPB, Suharyanto, memastikan dukungan penuh terhadap penanganan masyarakat terdampak, percepatan pembukaan akses jalan, pemulihan infrastruktur, serta penyediaan kebutuhan dasar bagi warga.
Menurutnya, prioritas utama adalah keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar korban, termasuk logistik dan bantuan non-pangan seperti perlengkapan tidur, selimut, dan obat-obatan.
Donasi untuk Desa Tempur: Tanda Kepedulian Publik
Seiring upaya penanganan darurat di lokasi bencana, masyarakat dan komunitas sosial turut menggalang bantuan untuk meringankan beban warga Desa Tempur. Berdasarkan laporan yang diterima, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp19.300.600,-.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar Rp10.000.000,- dan tahap kedua sebesar Rp9.300.600,-. Donasi ini merupakan bentuk solidaritas dari komunitas Rantau Kawan Tempur yang bergerak di wilayah Jepara, Pati, Kudus, dan Semarang.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga yang terdampak langsung longsor, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik selama pemulihan berlangsung.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah berdonasi, dilengkapi harapan agar dukungan sosial ini dapat membawa keberkahan, kesehatan, dan rezeki bagi para pendonor serta menjadi berkah bagi warga Desa Tempur yang tengah berjuang mengatasi dampak bencana.
***
Tim Redaksi.