Notification

×

Iklan

Iklan

Pabrik Busa PT Chengqi Jepara Terbakar, Dua Karyawan Alami Luka Bakar Parah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 16.19 WIB Last Updated 2026-01-17T09:20:21Z
Foto, kebakaran di PT Chengqi Industrial Indonesia, Desa Pringtulis, kecamatan Nalumsari, Jepara.


Queensha.id — Jepara,


Kebakaran hebat melanda Pabrik Busa PT Chengqi yang berlokasi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu (17/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang karyawan mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.


Kedua korban diketahui merupakan pekerja bagian produksi yang saat kejadian sedang mengoperasikan mesin. Korban pertama, Reza Kamdani (25), warga Desa Ngroto, Kecamatan Mayong, mengalami luka bakar sekitar 80 persen di bagian punggung.


Sementara korban kedua, Diki Saputra (33), warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong, mengalami luka bakar lebih parah dengan tingkat mencapai 85 persen.


“Saat ini dua korban masih menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Mayong akibat luka bakar yang cukup serius,” ujar Edy, salah satu petugas yang berada di lokasi, Sabtu (17/1/2026).


Kebakaran Terjadi Saat Jam Kerja

Edy menjelaskan, saat kebakaran terjadi, sebagian karyawan memang tengah beraktivitas di area pabrik. Namun, aktivitas produksi saat itu berlangsung dalam kondisi terbatas.


“Saat kejadian, karyawan sedang bekerja. Tapi memang masuknya terbatas,” jelasnya.


Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 10.30 WIB. Besarnya potensi material mudah terbakar di dalam pabrik membuat api cepat membesar dan membutuhkan penanganan ekstra.


13 Armada Damkar Dikerahkan

Untuk mengendalikan kebakaran, sebanyak 13 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api dan mencegah kobaran merembet ke area lain.


Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.


Penyebab Masih Diselidiki

Sampai saat ini, belum ada informasi resmi terkait penyebab pasti kebakaran. Pihak berwenang masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan sumber api serta menghitung dampak kerugian akibat insiden tersebut.


Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kerja, khususnya di kawasan industri dengan risiko tinggi kebakaran.


***
Wartawan: Aris BS.
Tim Redaksi.