Notification

×

Iklan

Iklan

Pesawat Tempur Amerika Serikat “Serang” Denmark? Donald Trump dan Ketegangan Baru di Greenland

Selasa, 20 Januari 2026 | 14.37 WIB Last Updated 2026-01-20T07:40:56Z
 
Foto, Amerika Serikat bersiap mengerahkan pesawat Komando Pertahanan Udara Amerika Utara atau NORAD ke Greenland setelah situasi memanas atas upaya Presiden Donald Trump merebut pulau tersebut.


Queensha.id — Internasional, 

Isu pengerahan pesawat Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) ke Pangkalan Ruang Angkasa Pituffik, Greenland, memantik spekulasi tajam di panggung geopolitik global. Narasi yang berkembang bahkan menyebut Amerika Serikat “menyerang” Denmark. Namun, di balik judul-judul keras itu, fakta menunjukkan situasi yang lebih kompleks dan sarat tekanan diplomatik yang bukan serangan militer terbuka.


NORAD menyatakan pesawat-pesawatnya akan tiba di Pituffik untuk mendukung kegiatan yang telah lama direncanakan, sebagai bagian dari kerja sama pertahanan berkelanjutan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Kerajaan Denmark.


Pernyataan resmi itu disampaikan melalui unggahan di platform X, Selasa (20/1/2026), seraya menegaskan bahwa pengerahan tersebut telah dikoordinasikan dan mengantongi izin diplomatik, serta pemerintah Greenland telah diberi tahu.


Di Tengah Isu Akuisisi Greenland
Meski NORAD menampik keterkaitan langsung dengan memanasnya situasi politik, pengerahan ini terjadi di saat sensitif yaitu Presiden Donald Trump kembali mendorong wacana akuisisi Greenland, wilayah semi-otonom milik Denmark yang strategis di Arktik. Trump berdalih langkah itu penting bagi keamanan nasional AS, dengan menyinggung kepentingan China dan Rusia di kawasan tersebut.


Ketegangan kian terasa karena baru-baru ini pejabat tinggi AS yaitu wakil presiden dan menteri luar negeri yang bertemu mitra Eropa, namun wacana Greenland tetap mengemuka. Trump bahkan mengancam kenaikan tarif bagi Denmark dan negara Eropa lain jika tidak ada kesepakatan: 10 persen mulai 1 Februari 2026 dan 25 persen mulai 1 Juni 2026.


Latihan Militer Multinasional: Sinyal Penyeimbang

Langkah AS beriringan dengan latihan militer multinasional yang dipimpin Denmark di Greenland. Sejumlah negara Eropa yaitu Jerman, Swedia, Prancis, Norwegia, Belanda, dan Finlandia—mengirim personel untuk memperkuat keamanan Arktik. Denmark bahkan mengundang AS untuk bergabung, menandakan upaya menjaga keseimbangan dan transparansi di kawasan.


NORAD sendiri menegaskan bahwa operasi mereka rutin dan tersebar di wilayah-wilayah NORAD mulai dari Alaska, Kanada, dan daratan AS yang sebagai bagian dari pertahanan Amerika Utara, bukan manuver agresif sepihak.


“Serangan” yang Dimaksud: Tekanan Politik, Bukan Bom

Jika ada “serangan”, para pengamat menilai itu serangan diplomatik dan ekonomi, bukan tembakan. Pengerahan pesawat di ruang Arktik yang sensitif, dibarengi ancaman tarif dan retorika akuisisi, membentuk tekanan berlapis terhadap Denmark dan Eropa.


Situasi ini menempatkan Greenland di pusat tarik-menarik kekuatan besar. Di satu sisi, AS menguatkan kehadiran dan kepentingannya; di sisi lain, Denmark dan mitra Eropa menegaskan kedaulatan serta stabilitas kawasan melalui kerja sama multinasional.


Arktik Memanas, Diplomasi Diuji

Pengerahan pesawat NORAD ke Pituffik bukan serangan militer terhadap Denmark, melainkan langkah yang secara resmi terkoordinasi. Namun, waktunya yang berbarengan dengan retorika keras Trump membuatnya terbaca sebagai sinyal politik yang kuat. Arktik kembali memanas bukan bukan oleh ledakan, tetapi strategi, tekanan dan negosiasi berisiko tinggi.


***
Sumber: Sindonews.