| Foto, fleyer himbauan cuaca ekstrem di wilayah kabupaten Jepara (Januari 2026). |
Queensha.id - Jepara,
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara, pada Minggu, 18 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Detail Peringatan Cuaca
Berdasarkan data terbaru dari BMKG, wilayah Jepara berpotensi mengalami:
• Intensitas Hujan: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
• Fenomena Penyerta: Kilat/petir dan angin kencang.
• Cakupan Wilayah: Hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Jepara, serta wilayah tetangga seperti Kudus, Demak, dan Rembang.
Himbauan untuk Warga
Mengingat adanya potensi angin kencang dan hujan lebat, warga Jepara dihimbau untuk:
• Hindari Berteduh di Bawah Pohon: Waspadai potensi dahan patah atau pohon tumbang akibat angin kencang.
• Cek Saluran Air: Pastikan drainase di sekitar rumah lancar untuk mengantisipasi genangan air.
• Waspada Petir: Segera masuk ke dalam ruangan yang aman jika terdengar suara guntur.
• Pantau Jalur Laut: Bagi warga pesisir dan nelayan, harap memperhatikan update tinggi gelombang karena cuaca ekstrem seringkali memengaruhi kondisi perairan utara Jawa.
Peringatan ini berlaku sepanjang hari ini. BMKG akan terus memperbarui informasi jika terjadi perubahan pola cuaca yang signifikan.
Tetap tenang dan utamakan keselamatan diri serta keluarga.
Slamet (47), warga Kecamatan Tahunan, mengaku mulai meningkatkan kewaspadaan setelah mendengar peringatan BMKG.
“Beberapa hari terakhir hujan turun deras disertai angin kencang. Kami sekarang lebih waspada, terutama kalau malam hari. Barang-barang di luar rumah sudah kami amankan, dan saluran air juga kami bersihkan supaya tidak banjir,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Selain itu, Nur Aini (39), warga pesisir Jepara, berharap informasi cuaca ekstrem terus diperbarui.
Nur Aini (39), warga pesisir Jepara, berharap informasi cuaca ekstrem terus diperbarui.
“Kami yang tinggal dekat laut sangat bergantung pada info BMKG. Kalau angin dan gelombang tinggi, nelayan sebaiknya tidak memaksakan melaut. Keselamatan jauh lebih penting daripada hasil,” katanya.
***
Sumber: SJ.