Notification

×

Iklan

Iklan

Festival Ramadan Jepara 2026 Digelar di Alun-Alun, Bupati Ajak Warga Hidupkan Ekonomi dan Kebersamaan

Kamis, 19 Februari 2026 | 17.26 WIB Last Updated 2026-02-19T10:29:47Z
Foto di fleyer resmi dari Pemkab Jepara.


Queensha.id – Jepara, 


Pemerintah Kabupaten Jepara akan menggelar Festival Ramadan 1447 H/2026 M sebagai ruang kebersamaan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat selama bulan suci. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 15.30 WIB di Alun-Alun I Jepara.


Festival Ramadan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai momentum mempererat silaturahmi, mendorong aktivitas UMKM, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengajak seluruh warga untuk hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai wujud kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah.


“Ramadan adalah momen untuk memperkuat persaudaraan, berbagi kepedulian, dan menggerakkan ekonomi rakyat. Festival ini kami harapkan menjadi ruang temu masyarakat Jepara, dari pedagang kecil hingga komunitas pemuda, agar semua merasakan semangat kebersamaan dan keberkahan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).


Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan Ramadan menjadi waktu yang produktif bagi masyarakat. Selain kegiatan religi dan sosial, festival ini juga diharapkan mampu menghidupkan perputaran ekonomi lokal melalui bazar UMKM, kuliner takjil, dan kegiatan komunitas.


“Pemerintah Kabupaten Jepara mengajak seluruh masyarakat untuk hadir, berpartisipasi, dan meramaikan Festival Ramadan. Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan, menebar kebaikan, serta mendukung pelaku usaha lokal agar tetap tumbuh,” kata Witiarso.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan warga menjadi kunci agar Ramadan tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Festival Ramadan Jepara 2026 terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat identitas daerah sebagai kota yang religius, hangat, dan guyub. Pemerintah daerah pun mengajak masyarakat untuk datang bersama keluarga dan menjaga suasana tertib serta kondusif selama kegiatan berlangsung.


***
Tim Redaksi.