Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan gerobak dan tenda berjualan kepada puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Senin (16/2), oleh Abdul Wachid bersama Witiarso Utomo dan jajaran pemerintah daerah.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, total bantuan yang disalurkan meliputi 30 unit tenda dan 30 unit gerobak dari Badan Pengelola Keuangan Haji melalui Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid. Bantuan tersebut ditujukan bagi 60 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai desa di Jepara.
Selain itu, terdapat tambahan 10 unit tenda UMKM dari CV Indah Jaya Toys sebagai bentuk dukungan dunia usaha terhadap penguatan sektor ekonomi kecil di daerah.
“Kami juga berkomitmen mendorong akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setiap bulan, sekitar 250 hingga 300 UMKM yang telah siap akan difasilitasi untuk mendapatkan pembiayaan KUR,” ujar Witiarso, Senin (16/2).
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini mendorong optimalisasi penyaluran KUR karena tersedia alokasi pembiayaan besar dari perbankan.
Bahkan, kebijakan terbaru memungkinkan pelaku UMKM mengakses KUR hingga tiga kali dengan plafon pembiayaan mulai dari nominal kecil hingga maksimal Rp1 miliar.
“Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM Jepara dapat berkembang lebih profesional, tertata, serta mampu naik kelas menjadi usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pemkab Jepara juga berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, serta dunia usaha dapat terus diperkuat untuk membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan berperan penting dalam menopang perekonomian daerah.
Sementara itu, Abdul Wachid menjelaskan bahwa bantuan gerobak dan tenda tersebut merupakan program Badan Amil Zakat Nasional yang menjadi mitra kerja Komisi VIII DPR RI.
Program ini diproyeksikan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pengentasan kemiskinan melalui penguatan sektor usaha kecil.
“Program ini kami peruntukkan bagi masyarakat usaha kecil menengah agar bisa meningkatkan pendapatan dan tidak perlu mencari pekerjaan hingga ke luar daerah,” ujarnya.
Terkait usulan tambahan bantuan dari Pemkab Jepara, pihaknya menyatakan siap merealisasikan penambahan gerobak dan tenda pada tahun depan sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah seorang penerima bantuan, Suwarsono (69), mengaku sangat terbantu. Ia mengatakan gerobak lamanya sudah berlubang dan tidak memiliki biaya untuk perbaikan.
“Kalau hasil jualan saat ini hanya cukup untuk menutup kebutuhan harian, jadi saya sangat berterima kasih atas bantuan ini,” ujarnya.
***