Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Pers Nasional 2026: Pers Sehat, Penjaga Akal Sehat Demokrasi Jepara

Senin, 09 Februari 2026 | 08.59 WIB Last Updated 2026-02-09T02:10:23Z
Foto, fleyer resmi ucapan selamat Hari Pers Nasional, Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar



Queensha.id — Jepara,


Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang jatuh pada 9 Februari 2026 kembali menegaskan peran strategis pers sebagai pilar demokrasi, pengawal kepentingan publik, sekaligus penyeimbang kekuasaan. Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, HPN tahun ini menjadi refleksi penting bagi insan pers di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital.


Bagi masyarakat Jepara, Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Pers lokal memiliki posisi krusial dalam menyuarakan aspirasi warga, mengawasi jalannya pemerintahan, serta menjadi jembatan informasi antara kebijakan dan realitas di lapangan. Pers yang sehat berarti pers yang bekerja dengan etika, independen, dan berpihak pada kebenaran.


Di tengah maraknya hoaks, disinformasi, serta konten viral yang kerap mengaburkan fakta, keberadaan media yang profesional menjadi kebutuhan mendesak. Pers tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga akurat dan berimbang. Inilah fondasi penting agar demokrasi tetap hidup dan ekonomi rakyat dapat tumbuh secara adil.


Pimpinan Redaksi portal media online Queensha.id Jepara, Yusron, menegaskan bahwa HPN 2026 harus menjadi momentum introspeksi bagi insan pers, khususnya media lokal.


“Pers yang sehat bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga tanggung jawab moral. Media lokal seperti Queensha.id berkomitmen untuk tetap kritis namun beretika, berani namun berimbang, serta konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat Jepara tanpa intervensi,” ujar Yusron, Senin 9/2).


Ia menambahkan, media daerah memiliki keunggulan karena dekat dengan denyut kehidupan warga. Oleh karena itu, pers lokal harus menjadi garda terdepan dalam mengangkat isu-isu kerakyatan, mulai dari pelayanan publik, ekonomi UMKM, hingga pengawasan kebijakan daerah.


Sementara itu, pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai bahwa pers memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan menjaga stabilitas daerah.


“Pers adalah penentu arah opini publik. Jika persnya sehat, masyarakat akan tercerahkan. Tapi jika pers terseret kepentingan sempit, yang lahir adalah kebingungan dan konflik sosial. Di Jepara, pers harus menjadi peneduh, bukan penyulut,” kata Purnomo, Senin (9/2).


Menurutnya, tema HPN 2026 sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pers yang kuat dan berintegritas akan mendorong ekonomi yang berdaulat, karena kebijakan publik dapat diawasi secara transparan dan kritis. Hal ini berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara.


Hari Pers Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan pers adalah amanah konstitusi yang harus dijaga bersama. Tidak hanya oleh insan pers, tetapi juga oleh pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi yang sehat antara pers, negara, dan publik akan melahirkan bangsa yang kuat, cerdas, dan berdaulat.


Di Jepara, harapan besar disematkan pada pers lokal agar terus tumbuh sebagai suara kebenaran, lentera informasi, dan penjaga nurani publik. Karena pers yang sehat hari ini, adalah masa depan demokrasi yang kuat esok hari.


Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, berharap momentum Hari Pers Nasional 2026 menjadi penguat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam membangun Jepara yang transparan dan maju.


“Kami berharap pers di Jepara terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan menyejukkan. Kritik yang konstruktif sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi agar pelayanan publik semakin baik,” ujar Witiarso Utomo, Senin (9/2).


Ia juga menekankan bahwa pers yang profesional dan independen akan membantu menciptakan iklim pembangunan yang sehat. Dengan informasi yang akurat dan berimbang, masyarakat dapat terlibat aktif dalam proses pembangunan daerah.


Pemerintah Kabupaten Jepara terbuka terhadap masukan dan pengawasan dari pers. Semoga di Hari Pers Nasional 2026 ini, insan pers semakin solid, profesional, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.


Hari Pers Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan pers adalah amanah konstitusi yang harus dijaga bersama. Tidak hanya oleh insan pers, tetapi juga oleh pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi yang sehat antara pers, negara, dan publik akan melahirkan bangsa yang kuat, cerdas, dan berdaulat.


Di Jepara, harapan besar disematkan pada pers lokal agar terus tumbuh sebagai suara kebenaran, lentera informasi, dan penjaga nurani publik. Karena pers yang sehat hari ini, adalah masa depan demokrasi yang kuat esok hari.


***
Tim Redaksi.