Notification

×

Iklan

Iklan

Warung Balungan Berubah Jadi Warung Miras Oplosan, 6 Nyawa Melayang di Suwawal Timur Jepara

Rabu, 11 Februari 2026 | 14.59 WIB Last Updated 2026-02-11T08:01:30Z
Foto, tampak depan rumah yang membuka usaha warung Balungan berubah menjadi jualan miras oplosan di Desa Suwawal timur, kecamatan Pakisaji, Jepara.


Queensha.id – Jepara,


Tragedi pesta minuman keras (miras) di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, menewaskan enam orang dan membuat dua lainnya harus dirawat intensif. Polisi kini menyelidiki warung yang diduga menjual minuman tersebut setelah lokasi dipasangi garis polisi dan ditutup total.


Pantauan di lokasi, Rabu (11/2/2026), warung yang berada di permukiman warga itu tampak sepi tanpa aktivitas. Garis polisi membentang dari bagian depan hingga belakang rumah. Pintu depan tertutup rapat, sementara warga yang melintas hanya melewati lokasi tanpa berhenti.


Seorang tokoh masyarakat setempat berinisial Y mengungkapkan, selama ini warung tersebut dikenal sebagai tempat makan balungan yang merupakan kuliner berbahan tulang sapi atau kambing. Namun, aktivitas jualan disebut dilakukan di bagian belakang rumah sehingga tidak terlihat jelas dari depan.


“Itu katanya jualan balungan, tapi jualan di belakang rumah,” kata Y, dikutip dari berbagai sumber.


Ia juga menyebut warung itu diketahui menjual minuman ginseng yang selama ini dianggap aman. Namun, ia menduga ada racikan baru dengan kadar lebih tinggi yang dikonsumsi para korban hingga menyebabkan kematian.


“Setahu saya juga jualan ginseng, beberapa tahun aman-aman saja. Tapi yang kemarin katanya racikan baru, kapasitasnya lebih tinggi. Tim yang minum itu meninggal dunia,” ujarnya, Rabu (11/2).


Y mengaku tidak mengetahui adanya pesta miras sebelumnya. Ia baru mengetahui adanya warga yang meninggal dalam waktu berdekatan pada hari yang sama.


“Saya dengar yang meninggal sekitar pukul 10.00 WIB, lalu satu lagi pukul 15.30 WIB. Kalau minumnya kapan, saya tidak paham,” tambahnya.


Sementara itu, pihak pemerintah desa belum banyak memberikan keterangan. Salah satu perangkat desa yang enggan disebut namanya menyebut warung tersebut awalnya memang dikenal sebagai tempat makan balungan. Ia mengaku mengetahui kabar pesta miras justru dari media sosial.


“Awalnya warung itu balungan, tapi soal miras ini saya tahunya dari media sosial,” ujarnya singkat.


Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, membenarkan bahwa warung tersebut diduga menjual miras yang dikonsumsi para korban. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi.


“Upaya yang sudah dilakukan yaitu olah TKP di warung yang menjual miras dan menggali informasi serta alat bukti lainnya di lokasi kejadian,” kata Dwi.


Ia memastikan jumlah korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut mencapai enam orang, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.


“Yang meninggal dunia enam orang, dua dirawat,” jelasnya.


Polisi masih terus mendalami jenis minuman yang dikonsumsi para korban serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam penjualan miras tersebut. Tragedi ini kembali menjadi peringatan keras tentang bahaya konsumsi miras oplosan yang kerap memakan korban jiwa di berbagai daerah.


***
Tim Redaksi.