| Foto, gambaran balita (Amalan lembutkan hati anak) |
Queensha.id — Edukasi Islam,
Di tengah kegelisahan banyak orang tua menghadapi anak yang sulit diatur, beredar luas di masyarakat sebuah amalan spiritual yang dipercaya dapat melembutkan hati anak.
Amalan tersebut berupa pembacaan ayat Al-Qur’an ke dalam air yang kemudian diminumkan atau diusap ke tubuh anak.
Amalan ini ramai dibagikan di media sosial dan grup keluarga sebagai solusi spiritual bagi persoalan parenting.
Metode yang beredar di masyarakat tersebut meliputi:
1. Menyiapkan air dalam wadah besar,
2. Membaca ayat “Salāmun qoulan mir rabbir rahīm” sebanyak 313 kali, membaca doa khusus untuk kelembutan hati anak,
3. Lalu air digunakan untuk diminumkan maupun diusap ke kepala dan dada anak.
Namun, bagaimana sebenarnya pandangan ulama Indonesia terhadap praktik semacam ini?
Doa Diperbolehkan, Asal Tidak Diyakini Sebagai Ritual Wajib
Ketua Umum Yahya Cholil Staquf pernah menegaskan bahwa Islam sangat menganjurkan orang tua mendoakan anaknya, karena doa orang tua memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.
Menurut para ulama, membaca ayat Al-Qur’an sebagai doa atau ruqyah syar’iyyah diperbolehkan selama memenuhi beberapa syarat:
1. Tidak mengandung unsur syirik,
2. Tidak diyakini sebagai metode pasti atau wajib,
3. Tetap menjadikan Allah sebagai satu-satunya pemberi perubahan.
Artinya, membaca ayat Al-Qur’an pada air termasuk bagian dari ikhtiar spiritual yang sah selama niatnya adalah berdoa, bukan ritual mistis.
Islam Menekankan Keteladanan, Bukan Sekadar Amalan Instan
Ulama dan pendakwah nasional Abdul Somad menjelaskan bahwa perubahan perilaku anak tidak cukup hanya dengan doa.
Menurutnya, anak adalah “peniru paling jujur” dari orang tuanya.
“Kalau ingin anak lembut, orang tua dulu harus lembut. Kalau ingin anak taat, orang tua harus memberi contoh ketaatan,” ujarnya dalam berbagai kajian parenting Islami.
Dalam perspektif Islam, doa merupakan penguat usaha, bukan pengganti pendidikan.
Parenting Islami: Gabungan Doa dan Pola Asuh
Pakar pendidikan Islam dari Majelis Ulama Indonesia menekankan bahwa pendidikan anak mencakup tiga unsur utama:
1. Doa spiritual,
2. Keteladanan akhlak,
3. Komunikasi penuh kasih sayang.
Jika hanya mengandalkan amalan tanpa memperbaiki cara komunikasi di rumah, hasilnya sering tidak bertahan lama.
Kenapa Banyak Orang Tua Mencari Amalan Spiritual?
Fenomena ini menunjukkan satu realitas sosial: banyak orang tua merasa kehilangan cara menghadapi perubahan perilaku anak di era digital.
Tekanan gadget, pergaulan, hingga perubahan pola pendidikan membuat sebagian keluarga mencari solusi cepat melalui amalan spiritual. Padahal ulama menegaskan, Islam tidak mengenal “cara instan” mendidik anak.
Pesan Ulama: Doa Itu Penting, Tapi Pendidikan Lebih Penting
Para ulama sepakat, membaca ayat Al-Qur’an dan mendoakan anak adalah amalan baik dan dianjurkan. Namun, kelembutan hati anak lahir dari kombinasi:
doa yang terus-menerus, kasih sayang,
kedisiplinan dan contoh nyata dari orang tua.
Karena pada akhirnya, anak bukan hanya mendengar nasihat orang tua, tetapi hidup dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah.
***
Tim Redaksi.