| Foto, Logo resmi FKPM Mambak, kecamatan Pakisaji, Jepara. |
Queensha.id — Jepara,
Peran Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, kembali mendapat sorotan setelah membantu meredam potensi konflik ketenagakerjaan yang sempat memanas di wilayah industri furnitur setempat.
Polemik tersebut mencuat ketika sejumlah mantan karyawan perusahaan furnitur di Desa Mambak, yakni PT Indoexim Internasional, mengaku diberhentikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Para pekerja menilai kebijakan itu sebagai pola yang berulang setiap tahun dan diduga berkaitan dengan penghindaran kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Situasi sempat memanas karena para eks karyawan berencana menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut hak mereka, termasuk pembayaran THR dan pesangon.
Namun sebelum aksi massa terjadi, FKPM Mambak bersama sejumlah pihak melakukan pendekatan dialog untuk mempertemukan pekerja dan manajemen perusahaan.
Hasilnya, hak-hak pekerja akhirnya dibayarkan pada Jumat (6/3/2026), sehingga rencana demonstrasi resmi dibatalkan dan situasi kembali kondusif.
FKPM Pilih Jalur Dialog
Ketua FKPM Desa Mambak, Zamroni, menegaskan bahwa forum yang dipimpinnya selalu mengedepankan penyelesaian konflik melalui komunikasi dan musyawarah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar persoalan sosial tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang merugikan semua pihak.
“Kami hadir untuk melayani masyarakat. Namun yang paling penting adalah memastikan keadilan tetap ditegakkan bagi semua pihak,” ujar Zamroni, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan bahwa FKPM tidak berpihak pada kelompok tertentu, melainkan berusaha menjadi jembatan komunikasi antara warga, aparat, dan berbagai pihak yang terlibat dalam suatu persoalan.
“Ketika ada konflik, kami berusaha mempertemukan semua pihak agar masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Prinsip kami sederhana, keadilan harus dirasakan oleh semua,” tambahnya.
Jejak Penyelesaian Konflik
Kasus buruh PT Indoexim bukanlah satu-satunya persoalan yang pernah ditangani FKPM Mambak. Forum ini selama ini dikenal aktif dalam berbagai upaya menjaga ketertiban sosial di masyarakat.
Selain memediasi konflik warga, FKPM juga pernah terlibat dalam pelaporan dugaan pelecehan terhadap tokoh sejarah Jepara, Ratu Kalinyamat, sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan sejarah daerah.
Bagi masyarakat Jepara, sosok Ratu Kalinyamat merupakan simbol keberanian perempuan Nusantara sekaligus kebanggaan daerah yang tidak boleh dilecehkan.
Menjaga Kondusivitas Desa
Dengan pendekatan dialog, mediasi, dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, FKPM Mambak berupaya menjaga stabilitas sosial di wilayahnya.
Keberhasilan meredam potensi konflik buruh di Mambak menjadi bukti bahwa penyelesaian persoalan melalui jalur komunikasi masih menjadi jalan efektif untuk menciptakan suasana kondusif.
Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, FKPM Mambak mencoba menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil kerja bersama antara masyarakat dan lembaga kemitraan.
***
Wartawan: Aris Bayu Sasongko.
Tim Redaksi.
(Queensha Jepara | 8 Maret 2026)