Notification

×

Iklan

Iklan

Derby Jateng Memanas: Persijap vs Persis Berakhir Imbang 0-0, Tribun Gelora Bumi Kartini Jepara Diwarnai Kericuhan

Jumat, 06 Maret 2026 | 00.40 WIB Last Updated 2026-03-05T17:50:00Z
Foto, tangkap layar dari unggahan video kericuhan usai pertandingan sepakbola Persijap Jepara vs Persis Solo.



Queensha.id - Jepara,


Pertandingan Derby Jawa Tengah antara Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Kamis malam (5/3/2026) berakhir tanpa gol. Namun duel sengit pekan ke-24 Liga Indonesia musim 2025/2026 itu tidak hanya menyisakan skor 0-0, tetapi juga memicu kericuhan antarsuporter di dalam hingga luar stadion.


Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan saling menekan. Persijap yang bermain di hadapan pendukungnya mencoba menguasai jalannya pertandingan, sementara Persis Solo beberapa kali melancarkan serangan balik cepat. Meski sejumlah peluang tercipta di kedua kubu, tak satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol hingga laga usai.


Persijap bahkan harus menuntaskan pertandingan dengan sepuluh pemain setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah pada menit ke-78. Keputusan tersebut semakin memanaskan tensi pertandingan yang sejak awal memang berlangsung keras.


Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin. Tambahan poin tersebut belum cukup mengangkat posisi keduanya yang masih berjuang keluar dari papan bawah klasemen.


Tribun Memanas Sejak Babak Kedua

Ketegangan mulai terasa di tribun penonton memasuki babak kedua. Berdasarkan informasi di lokasi, keributan bermula dari lemparan benda dari luar tribun ke arah penonton di dalam stadion.


Insiden tersebut kemudian merambat dari tribun timur ke tribun utara dan barat. Sejumlah suporter terlihat saling melempar benda di area tribun, sehingga suasana pertandingan yang semula sengit berubah menjadi tegang.


Ketegangan juga dipicu beberapa keputusan wasit yang dianggap kontroversial oleh sebagian penonton. Sekitar menit ke-50, salah satu pemain Persijap sempat diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras. Namun setelah dilakukan pengecekan melalui sistem Video Assistant Referee atau VAR, wasit membatalkan kartu tersebut karena dinilai bukan pelanggaran berat.


Situasi kembali memuncak pada rentang menit 70 hingga 80 ketika pemain Persijap akhirnya benar-benar menerima kartu merah. Kondisi itu membuat tim tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain hingga peluit akhir dibunyikan.


Dugaan Provokasi dan Perusakan Fasilitas Stadion

Usai insiden kartu merah tersebut, suasana tribun semakin memanas. Sejumlah oknum suporter tim tamu diduga melakukan tindakan provokatif seperti menyalakan petasan dan melontarkan makian ke arah tribun lain.


Beberapa laporan dari penonton menyebutkan adanya ledakan petasan yang mengarah ke tribun suporter Persijap. Insiden itu semakin memicu emosi penonton yang berada di dalam stadion.


Selain itu, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi perusakan fasilitas stadion. Beberapa kursi tribun dilaporkan rusak cukup parah akibat ulah oknum suporter yang terlibat kericuhan.


Aparat keamanan yang berjaga di stadion segera turun tangan untuk meredam situasi. Petugas memisahkan kelompok suporter dan berupaya mengendalikan massa agar kericuhan tidak semakin meluas.


Derby Jawa Tengah yang semestinya menjadi pesta sepak bola bagi masyarakat akhirnya menyisakan catatan kelam. Selain skor imbang tanpa gol, laga panas ini juga meninggalkan kerusakan fasilitas stadion serta luka emosional bagi suporter kedua tim.


***
Tim Redaksi.