Notification

×

Iklan

Iklan

Deretan Kasus MBG Berbelatung di Berbagai Daerah, Pengamat Sosial: Program Baik Jangan Sampai Rusak karena Kelalaian

Minggu, 08 Maret 2026 | 20.52 WIB Last Updated 2026-03-08T13:54:13Z
Foto, makan siang gratis (MBG).


Queensha.id - Jepara,


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah kembali menjadi sorotan publik. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah laporan dari berbagai daerah menyebutkan ditemukannya belatung pada menu makanan yang dibagikan kepada siswa. Temuan ini memicu kekhawatiran orang tua sekaligus mendorong evaluasi serius terhadap sistem distribusi makanan.


Program MBG merupakan salah satu kebijakan nasional yang diluncurkan pada masa pemerintahan Prabowo Subianto dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta menekan angka stunting. Program ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional dan menyasar jutaan penerima manfaat mulai dari siswa sekolah hingga ibu hamil.


Namun di lapangan, sejumlah kasus makanan yang terkontaminasi belatung justru muncul di beberapa wilayah.


Jepara: Roti MBG Ditemukan Penuh Belatung

Kasus terbaru muncul di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan roti dari paket MBG yang dipenuhi belatung hidup.


Video tersebut diunggah oleh orang tua siswa setelah memeriksa makanan yang dibawa pulang anaknya dari sekolah. Kejadian ini langsung memicu kegelisahan para wali murid.


Malang: Belatung Ditemukan dalam Puding

Di Kota Malang, Jawa Timur, temuan serupa terjadi pada menu puding stroberi yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar.


Laporan dari masyarakat menyebutkan bahwa belatung ditemukan saat siswa hendak mengonsumsi makanan tersebut. Pemerintah daerah kemudian melakukan pemeriksaan terhadap penyedia makanan.


Ponorogo: Bandeng Presto Paket MBG Terindikasi Tercemar

Kasus lain muncul di Kabupaten Ponorogo, ketika sebuah video memperlihatkan bandeng presto dalam paket MBG yang terdapat belatung.
Pihak penyedia makanan dari dapur layanan gizi akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kelalaian dalam proses pengolahan.


Banyuwangi: Kurma Menu MBG Juga Ditemukan Berbelatung

Temuan lain terjadi di Banyuwangi, ketika buah kurma dalam paket MBG dilaporkan mengandung belatung.


Kasus tersebut diketahui setelah keluarga siswa memeriksa makanan yang dibawa pulang dari sekolah.


Pengamat Sosial: Pengawasan Harus Ketat

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai program MBG sebenarnya merupakan langkah baik pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun ia mengingatkan agar pelaksanaan di lapangan tidak dilakukan secara asal-asalan.


Menurutnya, kejadian makanan berbelatung menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan distribusi dan pengolahan makanan.


“Programnya sangat baik karena menyangkut masa depan anak-anak. Tapi kalau kualitas makanan tidak dijaga, kepercayaan masyarakat bisa runtuh,” ujar Purnomo, Minggu (8/3/2026).


Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan standar kebersihan dapur, penyimpanan bahan makanan, serta distribusi ke sekolah benar-benar terkontrol.


Purnomo juga meminta agar pihak penyedia makanan tidak hanya mengejar target jumlah distribusi, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keamanan konsumsi.


“Anak-anak adalah penerima manfaat utama. Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi justru menimbulkan risiko kesehatan,” tambahnya.


Publik Menunggu Evaluasi

Rangkaian temuan belatung dalam menu MBG di sejumlah daerah kini menjadi perhatian nasional. Banyak orang tua siswa berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak tersebut dapat berjalan dengan aman dan berkualitas.


***
Tim Redaksi.