| Foto, Logo resmi FKPM Mambak, kecamatan Pakisaji, Jepara. |
Queensha.id — Jepara,
Di tengah berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat, keberadaan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, menjadi contoh nyata sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.
Terbentuk awal tahun 2023, organisasi kemitraan antara polisi dan masyarakat ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung komunikasi, tetapi juga aktif turun langsung menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah warga.
Ketua FKPM Desa Mambak, Zamroni, menegaskan bahwa keberadaan organisasi tersebut bertujuan untuk melayani masyarakat sekaligus menjaga rasa keadilan di lingkungan desa.
“Kami melayani masyarakat, tapi yang paling utama adalah mengutamakan keadilan bagi semua pihak,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
"Bangga melayani masyarakat bersama membangun lingkungan yg aman dan nyaman, " imbuhnya.
Aksi Nyata di Lapangan
Peran FKPM Mambak tidak hanya sebatas forum diskusi atau koordinasi. Mereka juga dikenal aktif melakukan aksi nyata di lapangan.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah penambalan jalan berlubang di jalur Jepara–Bangsri. Aksi tersebut dilakukan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang kerap terancam kecelakaan akibat kerusakan jalan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa FKPM tidak hanya fokus pada keamanan sosial, tetapi juga pada keselamatan masyarakat secara langsung.
FKPM Mambak, kecamatan Pakisaji, Jepara memiliki 10 anggota aktif melayani masyarakat, yaitu:
1. Zamroni.
2. Sudayono.
3. Abdul Rosyid.
4. Sri Suliswati.
5. Aris Bayu Sasongko.
6. Joko Utomo.
7. Ismail.
8. Sutiyono.
9. Hasyim
10. Rahmad Catur.
Mediator Konflik Warga
Selain kegiatan sosial, FKPM Mambak juga sering berperan sebagai mediator dalam berbagai konflik warga. Ketika terjadi perkelahian atau perselisihan antarwarga, forum ini hadir untuk membantu proses mediasi agar masalah tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Pendekatan dialog dan musyawarah menjadi metode utama yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan di tingkat masyarakat.
Dengan cara tersebut, banyak persoalan yang dapat diselesaikan secara damai tanpa harus berujung pada proses hukum yang panjang.
Menjaga Martabat Sejarah Jepara
Tak hanya bergerak di bidang sosial dan keamanan, FKPM Mambak juga menunjukkan kepedulian terhadap nilai budaya dan sejarah Jepara.
Forum ini pernah terlibat dalam pelaporan dugaan pelecehan terhadap tokoh sejarah Jepara, Ratu Kalinyamat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan tokoh yang memiliki peran besar dalam sejarah daerah.
Bagi masyarakat Jepara, sosok Ratu Kalinyamat bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan simbol keberanian dan kebanggaan daerah.
Kolaborasi dengan Relawan dan Komunitas
Dalam menjalankan berbagai kegiatan, FKPM Mambak tidak bekerja sendiri. Organisasi ini juga berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, komunitas relawan, hingga tokoh desa untuk merespons berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Sinergi tersebut membuat FKPM mampu bergerak lebih cepat dan efektif dalam membantu masyarakat.
Keberadaan FKPM Desa Mambak kini menjadi bukti bahwa keamanan dan ketertiban lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Dengan semangat pelayanan dan keadilan, FKPM Mambak terus berupaya menjadi garda depan dalam menjaga ketenteraman serta nilai-nilai sosial di tengah kehidupan masyarakat Jepara.
***
Wartawan: Aris Bayu Sasongko.
Tim Redaksi.
(Queensha Jepara | 8 Maret 2026)