Notification

×

Iklan

Iklan

Innalilahi, Usai Tarawih Pergi Memancing, Siswa MI di Jepara Tenggelam di Sungai Batu Kali Kalinyamatan

Senin, 09 Maret 2026 | 23.41 WIB Last Updated 2026-03-09T17:02:34Z
Foto, tangkap layar dari unggahan video yang beredar di group WhatsApp.



Queensha.id – Jepara


Peristiwa tragis menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Jepara. Seorang anak yang diketahui bernama M Abrisam Afham dengan panggilan Risam, siswa kelas 5 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatul Husna, meninggal dunia setelah tenggelam di sungai saat memancing bersama temannya.


Korban merupakan warga Desa Krasak RT 01 RW 04, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Ia diketahui sebagai putra pertama dari Syafaat, pemilik bengkel las yang berada di depan SPBU Krasak.


Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 19.45 WIB di aliran Sungai Batu Kali, wilayah Desa Batukali RT 02 RW 04, Kecamatan Kalinyamatan.


Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian korban pergi memancing bersama temannya setelah melaksanakan salat tarawih di masjid setempat. Namun saat berada di tepi sungai, Risam diduga terpeleset hingga tercebur ke dalam sungai.


Teman korban yang berada di lokasi sempat berusaha lari dan meminta pertolongan warga karena korban tidak bisa berenang.






“Ya iku tadi kepleset terus rak iso nglangi, terus aku njalok tulung uwong,” ujar teman korban saat menceritakan kejadian tersebut kepada warga, Senin malam.


Mendengar teriakan tersebut, sejumlah warga bergegas menuju lokasi dan berusaha melakukan pertolongan di sekitar jembatan kecil dekat lokasi kejadian. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.



Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 09.00 WIB di pemakaman desa setempat.



Peristiwa ini membuat warga sekitar berduka, terlebih korban masih duduk di bangku sekolah dasar dan dikenal sebagai anak yang aktif di lingkungannya.


Kejadian tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di area sungai pada malam hari yang memiliki risiko tinggi.





***
Tim Redaksi.
Queensha Jepara | Senin, 9 Maret 2026