| Foto, Ratusan warga dari Desa Banyuputih dan Gemulung, Jepara, turun ke jalan pada 26 Mei 2025. Mereka memprotes PT Hwa Seung Indonesia (HWI) Jepara. |
Queensha.id - Jepara,
Ratusan warga dari Desa Banyuputih dan Gemulung, Jepara, turun ke jalan pada 26 Mei 2025. Mereka memprotes PT Hwa Seung Indonesia (HWI) karena merasa tidak mendapatkan keadilan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Aksi ini bahkan disimbolkan dengan membawa keranda, sebagai tanda “matinya harapan” masyarakat sekitar terhadap perusahaan.
Janji Tak Sesuai Harapan
Warga menilai, kehadiran PT HWI belum membawa dampak nyata bagi mereka, terutama dalam hal kesempatan kerja. Padahal, perusahaan sempat menyatakan akan memprioritaskan warga lokal. Namun, kenyataannya banyak pelamar dari desa sekitar yang tidak lolos, bahkan tidak dipanggil seleksi.
Dari sisi perusahaan, tentu ada prosedur dan kualifikasi yang harus dipenuhi. Tapi ketika sudah ada janji prioritas, maka transparansi menjadi hal penting agar masyarakat tidak merasa dibohongi.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Undang-Undang mewajibkan perusahaan untuk peduli pada masyarakat sekitar lewat program CSR, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan. Meski hukum tidak secara gamblang menyebut “harus warga lokal”, namun semangat keadilan dan pemerataan harus dijaga, apalagi jika sudah ada komitmen sosial dari perusahaan.
Kurangnya Komunikasi
Masalah ini memperlihatkan kurangnya komunikasi terbuka antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah. Pemerintah seharusnya hadir sebagai penengah, mencegah konflik sebelum warga turun ke jalan.
Solusi yang Bisa Ditempuh
1. Dialog Terbuka
Perlu ada forum rutin antara perusahaan, warga, dan pemerintah desa untuk menyamakan pemahaman.
2. Transparansi Rekrutmen
Proses rekrutmen harus diumumkan secara jelas dan adil agar tidak menimbulkan kecurigaan.
3. Peningkatan Keterampilan
Pelatihan kerja bagi warga sekitar harus menjadi bagian dari program CSR agar mereka siap bersaing.
4. Pengawasan Pemerintah
Pemerintah daerah wajib mengevaluasi pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan secara rutin.
Demo ini bukan semata soal pekerjaan, tapi juga tentang kepercayaan. Bila industri dan warga bisa saling mendengar dan menghormati, maka kehadiran perusahaan akan menjadi berkah, bukan pemicu konflik.
***
Sumber: BS.