Notification

×

Iklan

Iklan

Rekaman Video Bongkar Detik-detik Kericuhan, Bukti Ambulans Relawan Jepara Dirusak Suporter Sepakbola

Minggu, 22 Februari 2026 | 09.06 WIB Last Updated 2026-02-22T02:11:17Z
Foto , mobil ambulans KRJ mengalami kekerasan dari eforia supporter sepak bola di pertandingan sepakbola Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya, Sabtu (21/2/2026) malam .


 
Queensha.id — Jepara,


Bukti baru muncul dalam insiden perusakan tiga ambulans relawan pasca pertandingan Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya di ajang BRI Liga 1, Sabtu malam (21/2/2026).


Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian kini beredar dan memperlihatkan situasi saat kericuhan terjadi di depan posko relawan KRJ (Komunitas Relawan Jepara), Jalan Sidik Harun, Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara Kota.


Rekaman Video Jadi Bukti Penting





Dalam rekaman CCTV yang diperoleh awak media, terlihat sekelompok massa suporter melintas dengan iring-iringan kendaraan bermotor seusai pertandingan.
Situasi yang awalnya berupa konvoi kemenangan berubah tegang ketika terdengar teriakan massa disertai lemparan benda keras ke arah area base camp relawan.


Beberapa detik kemudian, kaca ambulans tampak pecah dan massa bergerak meninggalkan lokasi.


Rekaman tersebut kini menjadi bukti visual penting untuk mengungkap kronologi sebenarnya serta mengidentifikasi pelaku perusakan fasilitas kemanusiaan tersebut.
Tiga Ambulans Relawan Jadi Korban
Akibat insiden tersebut, tiga unit ambulans relawan KRJ mengalami kerusakan.


Satu ambulans mengalami pecah kaca depan akibat dugaan lemparan botol minuman keras berwarna hijau. Bagian samping kanan kaca depan ambulans lain juga tampak penyok akibat benturan keras.


Ketua Relawan KRJ, Alba Muhammad Muchid, mengungkapkan kerusakan ternyata lebih luas dari dugaan awal.


“Ternyata ada tiga mobil ambulans yang jadi korban. Yang satu pecah kaca belakang di mobil APV relawan KRJ kena lemparan batu,” ujarnya, Minggu (22/2).


Serpihan kaca botol dan batu ditemukan berserakan di sekitar lokasi base camp.


Relawan Kemanusiaan Justru Jadi Sasaran

Alba menyayangkan kejadian tersebut karena relawan KRJ selama ini justru menjadi pihak yang paling sering membantu suporter saat terjadi kecelakaan maupun kondisi darurat.


“Padahal kami standby 24 jam membantu siapa saja. Sudah banyak korban suporter yang kami tolong,” katanya.


Keributan malam itu bahkan membuat keluarganya panik.


“Istri dan anak saya ketakutan karena mendengar suara motor dan teriakan keributan,” tambahnya.


Desakan Tanggung Jawab dan Opsi Laporan Polisi

Melihat adanya bukti rekaman CCTV, pihak relawan kini mempertimbangkan langkah hukum.


“Kedua suporter harus tanggung jawab. Haruskah kami bikin laporan ke kepolisian?” tegas Alba Muhammad Muchid.


Pernyataan tersebut menandakan kemungkinan proses hukum akan ditempuh apabila tidak ada klarifikasi maupun pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat.


Ironi di Tengah Kemenangan

Insiden ini menjadi ironi besar di tengah kemenangan Persijap Jepara dengan skor 3–1 yang seharusnya menjadi momentum kebanggaan warga Kota Ukir.


Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo menilai rekaman CCTV dapat menjadi momentum evaluasi budaya suporter nasional.


“Fanatisme tanpa kontrol emosi berpotensi berubah menjadi kekerasan sosial. Sepak bola seharusnya menyatukan, bukan merusak,” ujarnya.


Seruan Menjaga Martabat Suporter Jepara

Masyarakat Jepara berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar euforia kemenangan tidak lagi berujung anarkisme.


Relawan kemanusiaan, yang selama ini berdiri di garis depan menolong korban kecelakaan jalan raya, dinilai harus mendapatkan perlindungan dan penghormatan dari seluruh elemen suporter.


Kemenangan sejati bukan sekadar skor pertandingan, tetapi bagaimana suporter menjaga nama baik klub, kota, dan kemanusiaan.


***
Tim Redaksi.